Setop Impor Makanan Minuman dari China Akan Ditentukan Hari Ini

loading...
Setop Impor Makanan Minuman dari China Akan Ditentukan Hari Ini
Setop Impor Makanan Minuman dari China Akan Ditentukan Hari Ini
JAKARTA - Pemerintah menghentikan impor produk makanan dan minuman dari China menyusul kian merebaknya dampak virus corona. Langkah ini dilakukan untuk mencegah tersebarnya virus corona (2019-nCov) yang hingga kemarin telah menewaskan 362 orang.

Dengan kebijakan tersebut, para importir komoditas pangan, produk makanan dan minuman tidak lagi bisa mengajukan izin impor dari China untuk sementara. Kendati demikian, Kementerian Perdagangan menyatakan akan ada alternatif termasuk mendatangkan produk pangan dari negara lain. “Dengan kondisi yang tidak menentu mengenai virus korona, kita akan setop sementara pasokan makanan dan minuman dari negara yang terjangkit virus tersebut,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta kemarin.

Adapun jenis-jenis produk impor asal China yang akan disetop masuk Indonesia baru akan ditentukan segera setelah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian. “Yang berkaitan dengan hewan hidup, hewan buas itu sudah pasti. Tapi yang lain-lain masih kita pertimbangkan, belum final. Ini segera, mungkin besok (hari ini) sudah komplet,” ujar Agus.

Dia menambahkan, banyak negara yang sudah melakukan pencegahan dengan menghentikan impor, termasuk menyetop turis dari negara berpenduduk terbanyak di dunia itu. Menurutnya, keputusan penghentian impor ini akan dilakukan hingga penanganan masalah kesehatan tersebut selesai. “Kita ini penduduknya 267 juta jiwa. Jadi berkaitan dengan impor, termasuk bawang putih juga begitu. Sekarang ini kita harus hati-hati impor bawang putih,” jelasnya.



Selama ini, Indonesia harus memenuhi 90% kebutuhan bawang putih dari impor. Untuk itu, Agus akan berkoordinasi dengan menteri pertanian untuk memastikan ketersediaan pasokan bawang putih di lapangan. “Jangan sampai nanti hitungan pasokan masih ada, ternyata di lapangan tidak ada,” tuturnya.

Agus menambahkan belum mengetahui akan sejauh mana larangan impor tersebut diberlakukan. Namun sebagai gambaran, saat kasus wabah penyakit sindrom pernafasan akut (SARS) pada 2002 silam, penangannya kurang lebih sembilan bulan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan sudah menyiapkan cadangan untuk bawang putih panen lokal. “Insyaallah memenuhi apa yang menjadi kebutuhan karena impor yang kemarin pun masih punya cadangan menurut hitungan kita. Mestinya tidak perlu terjadi kelangkaan,” ujarnya.



Terkait pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang masuk Indonesia, Syahrul menegaskan bahwa Kementerian Pertanian memberikan perhatian khusus di bagian Karantina Pertanian. “Kita terus memantau kondisi terkini dari organisasi resmi dan mengantisipasi kesehatan dan keamanan dari media pembawa penyakit baik hewan maupun tumbuhan,” ujar Syahrul.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top