Perlu Bauran Kebijakan Tangani Ketidakpastian Global

Kamis, 06 Februari 2020 - 14:54 WIB
Perlu Bauran Kebijakan...
Perlu Bauran Kebijakan Tangani Ketidakpastian Global
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina, serta kebijakan perdagangan dalam lainnya, tidak hanya berdampak negatif terhadap volume perdagangan dunia, pertumbuhan ekonomi global, dan harga komoditas, tetapi juga mempersulit bagaimana bank sentral perlu merespons.

Prospek ekonomi global akan dipengaruhi oleh antara lain kemajuan kesepakatan perdagangan, dinamika geopolitik, dan dampak virus corona yang baru saja merebak.

"Maka dari itu perlunya bauran kebijakan untuk menangani ketidakpastian global. Namun, kebijakan moneter dengan sendirinya mungkin tidak selalu efektif dalam mengatasi dampak buruk dari sengketa perdagangan," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Suku bunga rendah ditambah dengan suntikan likuiditas di negara maju telah memaksa investor global untuk mencari hasil yang lebih menarik di emerging market (negara berkembang) termasuk Indonesia.

Sementara aliran modal asing yang fluktuatif dapat memperburuk volatilitas nilai tukar pada emerging market. Menurut Perry, diperlukan sinergi dalam bentuk campuran kebijakan ekonomi nasional, yang mencakup rangsangan fiskal dan reformasi ekonomi di sektor riil, untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Global, BI Tahan Suku Bunga Acuan Tetap 4%
BI Pangkas Suku Bunga...
BI Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 5,25%, Kedua Kalinya di 2025
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Gara-gara Perang, Ruang...
Gara-gara Perang, Ruang Penurunan BI Rate Semakin Tipis
BI Pangkas Suku Bunga...
BI Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Bps ke Level 4,75 Persen
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
1 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
4 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved