Kemenkop UKM dan HIMKI Genjot Ekspor Furniture dan Kerajinan Dua Kali Lipat

Kamis, 06 Februari 2020 - 19:30 WIB
Kemenkop UKM dan HIMKI...
Kemenkop UKM dan HIMKI Genjot Ekspor Furniture dan Kerajinan Dua Kali Lipat
A A A
JAKARTA - Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) bersama Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) berupaya menggenjot ekspor furniture dan kerajinan menjadi dua kali lipat. Ketua Umum HIMKI Soenoto mengatakan, pada tahun 2019, ekspor furniture dan kerajinan mencapai USD2,5 miliar. Tahun ini ditargetkan bisa mencapai USD5 miliar.

"Kami sangat mendukung keinginan pemerintah melipatgandakan nilai ekspor furniture dan kerajinan karena peluang ke arah itu terbuka lebar. Namun harus ada upaya upaya untuk mencapainnya," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Soenoto menjelaskan, ada 10 rekomendasi yang diusulkan HIMKI agar ekspor furniture dan kerajinan ini bisa naik dua kali lipat. Menurut dia, dukungan utama terkait kecukupan suplai bahan baku khususnya rotan dan kayu sebagai jaminan ketersediaan pasokan ke industri barang jadi.

Untuk itu, HIMKI mendukung rencana pemerintah untuk lebih mengaktifkan Badan Penyangga Rotan dan Kayu yang sebenarnya sudah ada. Selain itu, HIMKI mengusulkan regulasi kewajiban menanam kayu perkakas bagi HPH. "Soal regulasi SVLK (sistem verifikasi legalitas kayu) juga diusulkan berlaku di hulu saja. Kalau sekarang kan di hilir juga diwajibkan," jelas Soenoto.

Soenoto melanjutkan, bantuan atau subsidi peremajaan alat dan teknologi produksi diperlukan agar bisa menopang akselerasi dan efisiensi proses produksi. Ketiga, inovasi dan pengembangan desain (design center) dan perlindungan desain melalui HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Keempat, kebijakan suku bunga pinjaman yang wajar sehingga bisa menjadi salah satu dasar untuk memiliki daya saing. "Suku bunga perbankan yang sampai ke kita masih 12,6%, jauh lebih besar dibanding pesaing kita seperti Vietnam yang 8,7% atau China yang cuma 5,6%," jelasnya.

Kelima, penegakan hukum atas ilegal logging yang memganggu stabilitas pasokan bahan baku. Keenam, pengurangan tarif pajak. Ketujuh, pengembangan kluster modern yang terintegrasi terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai pusat industri furniture dan kerajinan. Kedelapan, regulasi dan sistem pengupahan yang lebih berkeadilan sehingga mendukung keberlangsungan industri furniture dan kerajinan.

Kesembilan, pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Serta kesepuluh, promosi dan pemasaran serta penetrasi pasar sebagai upaya mengenalkan produk dan meningkatkan citra produk Indonesia.

"Tahun ini kami akan menggelar pameran di tujuh negara di Eropa, Timur Tengah dan Asia. Di Eropa, kami akan menggandeng lembaga distributor furnuture Eropa yang berpusat di Brussel Belgia dan beranggotakan 100.000 distributor khusus furniture dan kerajinan," jelas Soenoto.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Kemenkop) Victoria Simanungkalit mengatakan, Kemenkop dan UKM mendukung upaya yang dilakukan HIMKI dan akan menyiapkan kebijakan agar target ekspor furniture dan kerajinan ini bisa naik dua kali lipat. "Market share ekspor furniture dan kerajinan Indonesia di pasar global baru 2%, ini akan digenjot menjadi 4%," ujarnya.

Berbagai persoalan yang menghambat akan dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait termasuk masalah bahan baku dan suku bunga perbankan yang masih tinggi. "Untuk masalah suku bunga yang dinilai relatif tinggi, bisa disiasati. Kita kan ada KUR yang bunganya 6%. Selain itu juga punya LPDB namun terlebih dulu UKM furniture membentuk koperasi dulu agar bisa mendapatkan akses pembiayaan," jelasnya.

Dia menambahkan, Kemenkop dan UKM bersama HIMKI juga sepakat menggenjot furniture dari komoditi bambu yang selama ini belum tergarap secara optimal. Selain bambu, Kemenkop dan UKM juga akan mendorong furniture dan kerajinan berbahan non kayu, seperti eceng gondok dan tanaman-tanaman peredu lainnnya yang bisa dijadikan produk-produk khas dan bernilai tinggi.

"Prospek ekspor furniture bambu sangat bagus, apalagi kita juga dengar IKEA saja juga mulai akan bergeser dari kayu ke bambu," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkop UKM Dorong...
Kemenkop UKM Dorong Subang Jadi Kawasan Industri Olahan Nanas
Industri Furniture Plastik...
Industri Furniture Plastik Indonesia Berkembang Pesat dengan Inovasi dan Desain Baru
Jualan Kursi hingga...
Jualan Kursi hingga Ekspor, Chitose Cetak Peningkatan Laba di Kuartal III
Koperasi Didorong Masuk...
Koperasi Didorong Masuk dalam Rantai Pasok Industri Manufaktur
Upaya Mengapresiasi...
Upaya Mengapresiasi Kontribusi Industri Properti terhadap UMKM
Menteri Teten Dorong...
Menteri Teten Dorong Industri Furnitur Lokal Bidik Pasar Ekspor
Berita Terkini
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
23 menit yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
37 menit yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
49 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
52 menit yang lalu
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved