Membangun Industri Nasional Didorong Harus Jadi Prioritas

Senin, 10 Februari 2020 - 14:53 WIB
Membangun Industri Nasional...
Membangun Industri Nasional Didorong Harus Jadi Prioritas
A A A
JAKARTA - Prioritas pembangunan industri nasional di sektor industri manufaktur dinilai sudah selayaknya didukung secara kritis, bertahap seraya tetap menjaga keterkaitan kesinambungannya. Sebab sektor industri manufaktur juga diyakini akan banyak menyerap tenaga kerja siap pakai, mampu mengundang investor serta berkontribusi terhadap pendapatan nasional dan pertumbuhan perekonomian. Sekaligus diharapkan dapat menekan defisit neraca pembayaran dan neraca perdagangan.

"Selain bertugas mengawasi secara kritis, kami juga akan terus mendorong dan mengawal ketat sejumlah program prioritas pembangunan industri nasional yang sedang dan akan ditempuh pemerintah. Kami akan fokus menyoroti aspek seberapa besar penyerapan tenaga kerja yang dapat tercapai," ujar Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar yang juga membidangi perindustrian dan investasi di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Sambung dia termasuk dalam konteks meningkatkan keahlian dan daya saing sumber daya manusia (SDM) di bidang perindustrian di era millenial saat ini dan ke depannya. Marwan yang mantan Ketua Fraksi PKB ini menambahkan, aspek transformasi sektor industri manufaktur juga diharapkan mampu menopang pembangunan wilayah-wilayah industri baru di banyak lokasi di Sumatera, Kalimantan Selatan serta sejumlah lokasi lain di Madura, Maluku Utara, Sulawesi Utara dan wilayah Papuq Barat.

Selain itu pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM) juga perlu mendapat perhatian serta dilibatkan secara khusus seiring pembangunan beberapa wilayah industri baru sebagai penggerak perekonomian di daerah. Mantan Manteri Desa-PDTT itu juga mengingatkan, sesuai program prioritas Making Indonesia 4.0, infonya pemerintah fokus mengakselerasi sektor manufaktur melakukan transformasi ke arah industri 4.0 atau digitalisasi.

Upaya strategis ini dinilai bisa meningkatkan produktivitas secara lebih efisien sehingga mampu mendongkrak daya saing. Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) harus proaktif mengajak kalangan pelaku IKM melek atau mengakrabi dunia digital, bukan hanya buat industri skala besar saja.

Ia mencontohkan, program seperti workshop e-Smart IKM yang diluncurkan sejak 2017 hingga 2019 serta diikuti sebanyak 10.038 peserta dengan total transaksi penjualan yang dihasilkan sebesar Rp3,27 Miliar, wajib dilanjutkan secara lebih massif dan merata di seluruh Indonesia.

Imbunya optimalisasi industri 4.0, harus bisa mengangkat potensi penambahan pertumbuhan ekonomi sekitar 1-2%, peningkatan kontribusi industri terhadap PDB hingga 25 persen, peningkatan net export sebesar 10% dan menciptakan sebanyak 17 juta lapangan kerja baru. "Yang jelas, komitmen Kementerian Perindustrian yang memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur mencapai angka 5,3% pada 2020, akan selalu kita tagih dan kawal terus," tukas Marwan Jafar.

Data di Kemenperin menyebutkan, pertumbuhan industri non-migas sampai triwulan III 2019 mencapai 5%. Sedangkan industri dengan nilai pertumbuhan terbesar hingga menjelang akhir 2019 lalu adalah industri tekstil dan pakaian jadi yang mencapai 15,08% kemudian diikuti oleh industri pengolahan lain seperti jasa reparasi, pemasangan mesin dan peralatan sebesar 10,33%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Teknologi Digital Datangkan...
Teknologi Digital Datangkan Cuan, Sektor Industri Jangan Gaptek
Kemenperin Dorong Stranas...
Kemenperin Dorong Stranas Kecerdasan Artifisial Sejalan Kebijakan Industri Nasional
Implementasi Industri...
Implementasi Industri 4.0 Jadi Strategi Tepat Dorong Pemulihan
PMI Agustus Tembus Level...
PMI Agustus Tembus Level 50, Apakah Tanda Industri Manufaktur Mulai Pulih?
Manufacturing Symposium...
Manufacturing Symposium 2025: Ajang Strategis Memacu Transformasi Digital di Sektor Manufaktur
Infrastruktur Digital...
Infrastruktur Digital Topang Industri, 3 Perusahaan Ini Jadi Modelnya
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
12 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
12 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved