Bangun Jargas Sampai 2024 Butuh Dana Rp38,4 Triliun

Selasa, 11 Februari 2020 - 15:11 WIB
Bangun Jargas Sampai...
Bangun Jargas Sampai 2024 Butuh Dana Rp38,4 Triliun
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus meningkatkan pembangunan jaringan gas kota sebagai upaya mengurangi impor LPG (Liquefied Petroleum Gas) guna memperbaiki defisit neraca perdagangan migas. Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pembangunan jaringan gas kota saat ini masih cukup rendah yakni sebesar 537.000 sambungan rumah (SR).

Rencananya dalam kurun waktu 2020-2024 akan dibangun jargas kota sekitar 3,5 juta SR dengan investasi mencapai Rp38,4 triliun. Rinciannya sebesar Rp4,1 triliun akan didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), BUMN sebesar Rp6,9 triliun dan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp27,4 triliun.

“Tahun ini kita masih menggunakan APBN dengan target sebanyak 266.070 SR dan BUMN 50.000 SR. Sedangkan skema KPBU akan masuk di 2021 sebanyak 50.000 SR,” kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas pada Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Alimuddin Baso, di Hotel Luwansa, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Menurut dia penerapan mekanisme KPBU akan melalui proses lelang. Adapun rencana pemerintah melibatkan swasta tersebut masih dalam kajian. “Kajiannya itu sekitar 5-6 bulan. Nanti kita lihat apakah swasta bisa terlibat. Tapi yang kita harapkan mereka mau karena pemerintah cuma bisa membiayai 20-25% sehingga kita harapkan partisipasi publik lebih besar,” paparnya.

Dia mengatakan, bahwa pembangunan jargas kota tersebut akan diprioritaskan di DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bekasi Bogor, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Medan dan Palembang. Pembangunan jargas kota diharapkan mampu menghemat subsidi LPG mencapai Rp297,55 miliar per tahun dan penghematan pengeluaran masyarakat mencapai Rp366 miliar per tahun.

“Disamping itu dapat mengurangi impor LPG sebesar 603.720 ton per tahun. Serta pengurangan defisit neraca perdagangan migas mencapai Rp2,64 triliun per tahun,” terang dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontrak Pembangunan...
Kontrak Pembangunan Jargas Tahap II Rp137,13 Miliar Diteken
Kontrak Jargas Senilai...
Kontrak Jargas Senilai Rp467,8 Miliar Diteken
Kontrak Pembangunan...
Kontrak Pembangunan Jargas Tahap III Sebanyak 44.461 SR Diteken
Sayang Bunda, PGN Bangun...
Sayang Bunda, PGN Bangun Jargas Rumah Tangga 177.776 SR Tahun Ini
Mangkrak 15 Tahun, Proyek...
Mangkrak 15 Tahun, Proyek Pipa Gas Cirebon Semarang Mulai Dibangun
Dirut PGN Pastikan Pemanfaatan...
Dirut PGN Pastikan Pemanfaatan Jargas Rumah Tangga di Sleman Lancar
Berita Terkini
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
29 menit yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
39 menit yang lalu
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
1 jam yang lalu
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
2 jam yang lalu
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
12 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
13 jam yang lalu
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved