Penyelewengan BBM Marak, BPH Migas Salahkan Digitalisasi Nozzle SPBU Lamban

Rabu, 12 Februari 2020 - 20:08 WIB
Penyelewengan BBM Marak,...
Penyelewengan BBM Marak, BPH Migas Salahkan Digitalisasi Nozzle SPBU Lamban
A A A
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyalahkan PT Pertamina (Persero) terkait meningkatnya penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di lapangan. Kepala BPH Migas Fanshurullan Asa mengatakan, maraknya penyelewengan BBM bersubsidi disebabkan lantaran lambatnya Pertamina melaksanakan program digitalisasi nozzle di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Padahal program digitalisasi nozzle SPBU penting segera dituntaskan supaya BPH Migas mendapatkan validasi data konsumsi secara detail. "Sudah dari 2013 ini kami minta tapi nggak selesai-selesai. Padahal digitalisasi SPBU ini harapan kami terakhir,” ujar Fanshurullan Asa saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Menurut dia tanpa adanya digitalisasi nozzle SPBU secara menyeluruh maka sulit mendapatkan data yang akurat. Bahkan pihaknya mengaku data konsumsi BBM bersubsidi yang selama ini diberikan Pertamina kepada BPH Migas tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Bahkan sampai saat ini, kata dia, Pertamina belum melaporkan data konsumsi secara riil kepada BPH Migas.

“Pertamina belum kasih data ke kami secara riil sehingga kami hanya memantau data konsumsi saja. Apakah itu tepat sasaran atau tidak sampai sekarang belum ada datanya,” ungkapnya.

Untuk itu, Ifan meminta kepada Pertamina supaya segera menyelesaikan digitalisasi nozzle SPBU supaya penyelwengan dilapangan dapat diminimalisir. Pasalnya tanpa basis data digital BPH Migas sulit melakukan pengawasan. “Kami minta Juni ini digitalisasi SPBU sudah rampung dan terkoneksi langsung ke BPH Migas,” kata dia.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR Hari Purnomo menyalahkan BPH Migas karena menyalahkan Pertamina. Seharusnya, kata dia, tugas BPH Migas mengawasi liarnya distribusi BBM subsidi di lapangan. Pasalnya Pertamina hanya sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan BBM subsidi.

“Fungsi pelaksana penyediaan hingga pengawasan sesuai undang-undang ada di BPH Migas. Kalau terjadi over kuota akibat diselewengkan seharusnya BPH Migas yang bertanggung jawab sepenuhnya,” jelasnya.

Berdasarkan data BPH Migas, realisasi kuota solar subsidi sepanjang 2019 sebesar 16,2 juta kiloter (kl). Adapun jumlah tersebut telah melebihi kuota yang ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 14,5 juta kl.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Digitalisasi SPBU, Pengisian...
Digitalisasi SPBU, Pengisian BBM Lebih Akurat
Sepekan Terakhir Terjadi...
Sepekan Terakhir Terjadi Antrean Truk di SPBU Sumsel, Begini Penjelasan BPH Migas
Banyak Truk Siluman...
Banyak Truk Siluman Hisap BBM Subsidi, BPH Migas Siapkan Jurus Penangkal
Awas! Selewengkan BBM,...
Awas! Selewengkan BBM, SPBU Nakal Bisa Ketahuan Lho..!
SPBU BBM Satu Harga...
SPBU BBM Satu Harga Perdana di Tahun Ini Diresmikan
BPH Migas Wanti-wanti...
BPH Migas Wanti-wanti Pertamina Soal Penyelewengan BBM Subsidi
Berita Terkini
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
20 menit yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
1 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
11 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
11 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
12 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
12 jam yang lalu
Infografis
Ojol Dipastikan Dapat...
Ojol Dipastikan Dapat Subsidi BBM, Taksi Online Belum Jelas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved