Ekonom Sebut Target Kemudahan Berusaha ke Posisi 40 Sulit Tercapai

Jum'at, 14 Februari 2020 - 15:36 WIB
Ekonom Sebut Target...
Ekonom Sebut Target Kemudahan Berusaha ke Posisi 40 Sulit Tercapai
A A A
JAKARTA - Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan target peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) Indonesia yang dipasang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk naik peringkat ke posisi 40 akan sangat sulit. Apabila pemerintah tidak memiliki strategi yang baik dalam meningkatkan kemudahan berusaha.

"Dengan ragam hambatan ini dan tanpa strategi yang jelas saya kira sulit untuk mencapai target yang dicanangkan presiden. Paling tidak belum dalam jangka pendek, tidak juga dalam jangka 5 tahun ke depan," ujar Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Lebih lanjut Ia menerangkan, target memperbaiki peringkat EoDB menjadi posisi 40 memang terkesan sangat ambisius tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Adapun yang menentukan target tersebut realistic atau tidak buhan hanya target sendiri tetapi harus juga menimbang upaya-upaya untuk meraihnya.

"Masalahnya sejauh ini pemerintah tidak punya strategi yang jelas untuk mencapai target tersebut. Bagaimana strategi itu dijabarkan ke semua Kementerian dan Lembaga (K/L) sementara kita tahu hambatan investasi tidak hanya ada di satu kementerian atau lembaga tapi tersebar. Bahkan justru hambatan itu muncul karena ego masing-masing dan kementerian serta lembaga," jelasnya

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, target peringkat kemudahan berusaha atau EoDB Indonesia yang dipasang Presiden Jokowi baru bisa dicapai dalam tiga tahun ke depan. Dia juga menekankan BKPM siap memperbaiki setiap komponen pada ekonomi untuk mendongkrak posisi Indonesia yang saat ini bertengger di peringkat 73.

Bahlil Lahadalia mengutarakan, pada tahun 2023 peringkat bisnis akan mencapai posisi ke-40 seusai target dari Joko Widodo (Jokowi). "Saya pikir itu beberapa hal yang perlu disampaikan dan kami targetkan tahun 2021, EODB kita akan naik peringkat. Lalu sesuai presiden, 2023 menjadi 4," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mendorong Kemudahan...
Mendorong Kemudahan Berusaha di Indonesia
Kemajuan Teknologi Menawarkan...
Kemajuan Teknologi Menawarkan Kemudahan dalam Berinvestasi
Indonesia Juaranya Soal...
Indonesia Juaranya Soal Negara Paling Ribet untuk Berbisnis
RUU Ciptaker Diusulkan...
RUU Ciptaker Diusulkan Jadi RUU Kemudahan Berinvestasi dan Perizinan
IFG Life Buka Kantor...
IFG Life Buka Kantor Layanan Khusus Permudah Layanan Klaim Jatuh Tempo
Wagub Emil Ingatkan...
Wagub Emil Ingatkan Soal Kemudahan Perizinan dalam Berinvestasi
Berita Terkini
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
13 menit yang lalu
Industri Keramik Tertekan,...
Industri Keramik Tertekan, Concord Industry Minta Harga Gas Lebih Kompetitif
22 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved