Industri Harus Berikan Timbal Balik Jika Harga Gas Diturunkan

Rabu, 19 Februari 2020 - 06:16 WIB
Industri Harus Berikan...
Industri Harus Berikan Timbal Balik Jika Harga Gas Diturunkan
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta kepada golongan industri supaya memberikan imbal balik dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta memberikan peningkatan kontribusi terhadap pendapatan negara. Hal ini jika pemerintah akhirnya menurunkan harga gas menjadi USD6 per MBBTU.

“Penurunan harga gas industri harus mampu memacu produksi yang berakibat pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pendapatan, pajak dan lain-lain sehingga punya imbal balik,” ujar Anggota Komisi VII DPR Ridwa Hisjam saat diskusi Diskusi Publik Bertajuk Mencari Harga Gas Optimal Untuk Kemajuan Bangsa di Gedung DPR, Jakarta.

Menurut dia penurunan harga gas industri memang tidak mudah perlu adanya pemangkasan goverment take di hulu dan juga perlu adanya subsidi. “Kalau hanya diturunkan dihulu ini akan sulit untuk diturunkan, karena walaupun goverment takenya dipangkas sampai nol tetap mengalami defisit. Jadi artinya pemerintah perlu tombok atau memberikan subsidi,” kata dia.

Dia menjelaskan, bahwa selisih tersebut bisa ditanggung pemerintah melalui mekanisme Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penurunan harga gas juga tidak dapat dibebankan kepada badan usaha penyalur karena akan merugikan perusahaan. “Jadi Untuk menurunkan industri sekitar USD6, ya paling memungkinkan nanggung selisih,” kata dia.‎

Sementara itu, Anggota Komite Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Jugi Prajogio menambahkan, pihaknya telah berupaya menekan tingkat ke ekonomian (Internal Rate of Return /IRR) pembangunan pipa menjadi lebih rendah, untuk menekan komponen pembentukan harga gas, dengan begitu perusahaan pengangkutan gas sudah berkorban untuk menurunkan harga gas.

Perubahan perhitungan harga jual gas tersebut menyangkut umur keekonomian proyek pipa dari awalnya minimal 15 tahun menjadi 30 tahun. “Modifikasi IRR lebih rendah. Transporter juga sudah berkorban,” ujarnya.

‎Pada kesempatan sama, Executive Office PGN Suseno mengungkapkan, PGN akan mengikuti keputusan pemerintah dalam hal mekanisme pen‎urunan harga gas, dia pun menegaskan perusahaanya tetap berkomitmen memperluas pembangunan jaringan gas untuk mendorong pertumbuhan nasional. “Porsi kami di paling ujung yaitu menyesuaikan yang diputuskan pemerintah,” ungkap Suseno.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Blok Masela Jadi Solusi,...
Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Evaluasi Harga Gas Bumi
Waduh, Harga Gas Murah...
Waduh, Harga Gas Murah Belum Dinikmati Industri Oleokimia
Kenaikan Harga Gas Industri...
Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
Harga Gas Diatur, Pengamat:...
Harga Gas Diatur, Pengamat: Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi Makin Sulit
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Makanan yang Harus...
10 Makanan yang Harus Dihindari jika Ingin Panjang Umur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved