Airlangga Enggan Ikuti Jejak BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2020

Jum'at, 21 Februari 2020 - 19:41 WIB
Airlangga Enggan Ikuti...
Airlangga Enggan Ikuti Jejak BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2020
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, belum ada rencana pemerintah untuk merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2020. Sebelumnya seperti diketahui sebelumnya Bank Indonesia (BI) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,1-5,5% menjadi 5-5,4% dimana penyebabnya virus corona dinilai bakal berdampak ke perekonomian Tanah Air.

"Kita mengatakan kalau pengaruh ekonomi China turun 2%, kita bisa kena 0,3%. Ya tingga dikurangin saja, Corona saja belum selesai nanya-nanya revisi. Selesaikan dulu satu-satu, kita masih akan lihat," ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Lebih lanjut Ia menekankan, bakal terus mengawasi sektor ekonomi yang mengalani tekanan terkait wabah virus corona. Lantaran BI memperkirakan devisa akan tergerus dengan adanya virus mematikan tersebut.

"Ya kalau masalah virus corona kita masih monitor sampai akhir bulan bagaimana, kemudian trennya seperti apa. Dan Indonesia kan dapat mengandalkan domestic market," ungkapnya.

Sambung Airlangga mengungkapkan, bakal menjaga harga dan ketersedian barang agar tidak mengganggu fundamental ekonomi. Salah satunya menggenjot produksi lokal dalam menggantikan bahan baku asal China yang saat ini terhenti akibat wabah virus corona.

"Indonesia terkait impor dari China itu bahan baku kosmetik atau bahan baku pharmacytical. Jadi tentunya yang perlu kita jaga adalah buying power di dalam negeri agar ekonomi tidak terlalu turun," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Sri Mulyani Ramal Ekonomi...
Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Minus, Luhut: Lebih Baik di Antara Emerging Market
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
42 menit yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
56 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
1 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
1 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
2 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved