Dihadang Corona, Industri Pameran Gagal Lepas Landas di 2020

Minggu, 23 Februari 2020 - 13:21 WIB
Dihadang Corona, Industri Pameran Gagal Lepas Landas di 2020
Dihadang Corona, Industri Pameran Gagal Lepas Landas di 2020
A A A
JAKARTA - Wabah virus corona Covid-19 yang merebak di awal tahun ini turut memukul industri Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran atau dikenal dengan MICE (Meeting Incentive Convention Exhibition). Terkait hal itu, pelaku usaha menyebut pembatalan event MICE mencapai hampir 50% di paruh pertama 2020.

Ketua Asosiasi Kongres dan Konvensi Internasional (International Congress and Convention Association/ICCA) Indonesia, Raty Ning, mengatakan, tahun 2018 industri MICE Indonesia sangat bergairah, terlebih karena Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali yang dihadiri sekitar 30.000 peserta.

Kemudian tahun 2019 lantaran ada Pemilu dan pemilihan presiden (Pilpres), banyak pengusaha yang wait and see sehingga pelaku industri MICE pun sudah memprediksi dan mengantisipasi bahwa event seperti konferensi akan sepi pada tahun lalu. Memasuki 2020, niatan agar bisnis MICE bisa lepas landas agaknya harus kandas karena dihadang wabah corona. (Baca Juga: Pasar Saham Sepekan Ini Masih Dihantui Virus Corona )

"Di 2020 ini sebetulnya kalau tidak ada virus corona kita bisa take off (lepas landas), karena sebetulnya dari segi tempat (venue gedung) kita sudah siap, infrastrukturnya ada, penerbangan juga banyak," ujar Raty saat jumpa pers terkait penyelenggaraaan ICCA Indonesia Forum 2020 yang akan digelar di JIExpo Convention Centre & Theatre, Jakarta, pada Selasa (25/2/2020).

Sementara itu, pengelola gedung pertemuan yang besar seperti halnya JIExpo di Kemayoran, Jakarta Pusat, mengakui terjadinya sejumlah pembatalan atau pengunduran waktu penyelenggaraan pameran sehubungan meluasnya wabah corona ke banyak negara .

Deputi Chair & Official Venue JIExpo, Ralph Scheunemann, mengatakan, sebagian besar pameran yang digelar di JIExpo merupakan pameran business-to-business (B2B) dimana pesertanya boleh jadi didominasi oleh pengusaha lokal namun pembeli (buyers) datang dari mancanegara.

"Akibat corona ini efeknya terhadap pameran dan konferensi sangat terasa. Sampai Mei kami mengalami penundaan atau pembatalan sampai hampir 50%," ungkapnya.

Ralph menyontohkan salah satu event yang sudah dipastikan batal adalah pameran Indonesia Internasional Auto Parts (Inapa) yang sedianya digelar pada bulan Maret 2020. Pasalnya, sekitar 80% pesertanya berasal dari China.

"Inapa terpaksa ditunda ke tahun depan karena tidak ada tanggal kosong lagi, kalaupun ada slot tapi luas area pamerannya tidak cukup besar dan terlalu dekat jarak waktunya dengan pameran tahun depan," ungkapnya.

Menurut dia, pameran lainnya juga rata-rata bergeser waktunya. Contohnya pameran furnitur terbesar Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2020 yang juga semula akan digelar pada Maret ini. Walau pesertanya dominan dari lokal, para calon pembeli (buyers) sebagian besar dari luar negeri.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1841 seconds (10.101#12.26)