Antisipasi Dampak Corona, Pemerintah Perbesar Pasar Domestik

Senin, 24 Februari 2020 - 15:25 WIB
Antisipasi Dampak Corona,...
Antisipasi Dampak Corona, Pemerintah Perbesar Pasar Domestik
A A A
JAKARTA - Perekonomian global diliputi ketidakpastian akibat penyebaran wabah virus corona secara global, ditambah ketegangan geopolitik. Mengantisipasi dampak corona terhadap ekonomi, pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan melakukan terobosan kebijakan fiskal dalam mengantisipasi dampak wabah corona terhadap ekonomi Indonesia.

"Misal front loading atau dana dikeluarkan didepan dari APBN kita. Seperti dana desa mau digulirkan di kuartal I, jumlahnya sekian persen. Kemudian dana BOS dan belanja Kementerian/Lembaga," ujar Susi--panggilannya--dalam acara IDX Channel Economic Forum bertajuk "Omnibus Law dan Transformasi Percepatan Ekonomi" di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Ia menambahkan bahwa ekspor dan impor adalah sektor pasti yang paling terpengaruh akibat wabah virus corona ini. Pasalnya, impor Indonesia dari China sangat besar terutama industri manufaktur.

"Tadi saya bilang transmisi karena wabah virus corona ini perlu watu 1-2 bulan sehingga bulan-bulan depan akan terasa. Kedua, ekspor kita ke China yang dominan itu kan komoditas. Batubara dan CPO, itu juga terpengaruh," ungkap Susi.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa pihaknya pasti mencari alternatif untuk ekspor, seperti pasar alternatif dan sumber alternatif untuk bahan baku impor. "Nah, itu tidak mudah. Karena itu dalam satu siklus industri manufaktur, hal itu harus dilakukan bertahap. Tapi saya harap jangan terlalu lama," katanya.

Selain mencari pasar alternatif di luar China, pemerintah juga akan memperbesar pasar domestik. "Dan upaya memperbesar pasar domestik adalah pilihan paling strategis," ujar Susi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Menko Luhut Gandeng...
Menko Luhut Gandeng Uni Emirat Arab Produksi 1 Juta Vaksin Corona
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved