Penyebaran Corona Buat USD Terbang, Rupiah Tumbang ke Rp13.871
Senin, 24 Februari 2020 - 17:01 WIB
Penyebaran Corona Buat USD Terbang, Rupiah Tumbang ke Rp13.871
A
A
A
JAKARTA - Mata uang Asia ditutup merosot pada perdagangan Senin ini akibat penyebaran virus corona ke sejumlah negara, seperti Korea Selatan, Iran, hingga Italia. Membuat investor berbondong-bondong membeli emas dan dolar Amerika Serikat (USD) sebagai aset safe haven.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot Bloomberg, pada Senin (24/2/2020), ditutup tumbang 111 poin atau 0,81% ke level Rp13.871 per USD.
Sesi pembukaan, rupiah melemah sebanyak 17 poin menjadi Rp13.777 per USD, berbanding Jumat pekan lalu di Rp13.760 per USD. Senin ini, mata uang kecintaan kita diperdagangkan di Rp13.777-Rp13.892 per USD.
Data Yahoo Finance mencatat rupiah meriang hingga 95 poin atau 0,69% ke level Rp13.868 per USD, dibanding posisi Rp13.773 per USD pada Jumat pekan silam. Hari ini, rupiah ditransaksikan di Rp13.731-Rp13.890 per USD.
Rupiah dan sejumlah mata uang Asia lainnya terjungkal. Won Korea Selatan memimpin pelemahan dengan depresiasi 0,90%, disebabkan meningkatnya jumlah kasus virus corona di Negeri Ginseng. Otoritas Kesehatan Korsel pada Senin ini menyatakan jumlah kasus corona meningkat menjadi 161 kasus, sehingga total menjadi 763 kasus di negara tersebut.
Pelemahan kedua terjadi pada ringgit Malaysia yang turun 0,83%, menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Mahathir Mohamad karena faktor usia. Rupiah berada diurutan lemah ketiga, disusul baht Thailand yang terkoreksi 0,41%.
Selanjutnya dolar Singapura melemah 0,33%, rupee India tertekan 0,32%, dolar Taiwan rugi 0,21%, dolar Hong Kong tergelincir 0,09%, yuan China melemah tipis 0,06%, dan peso Filipina terkikis 0,03%.
Penyebaran virus corona terus menjadi perhatian pasar. Dan ini menguntungkan mata uang safe haven dibanding negara emerging market, terlebih bila negara tersebut telah terkena pandemi ini.
Melansir dari CNBC, Senin (24/2/2020), indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berada di level 99,606, lebih tinggi dari sesi awal perdagangan di 99,504.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot Bloomberg, pada Senin (24/2/2020), ditutup tumbang 111 poin atau 0,81% ke level Rp13.871 per USD.
Sesi pembukaan, rupiah melemah sebanyak 17 poin menjadi Rp13.777 per USD, berbanding Jumat pekan lalu di Rp13.760 per USD. Senin ini, mata uang kecintaan kita diperdagangkan di Rp13.777-Rp13.892 per USD.
Data Yahoo Finance mencatat rupiah meriang hingga 95 poin atau 0,69% ke level Rp13.868 per USD, dibanding posisi Rp13.773 per USD pada Jumat pekan silam. Hari ini, rupiah ditransaksikan di Rp13.731-Rp13.890 per USD.
Rupiah dan sejumlah mata uang Asia lainnya terjungkal. Won Korea Selatan memimpin pelemahan dengan depresiasi 0,90%, disebabkan meningkatnya jumlah kasus virus corona di Negeri Ginseng. Otoritas Kesehatan Korsel pada Senin ini menyatakan jumlah kasus corona meningkat menjadi 161 kasus, sehingga total menjadi 763 kasus di negara tersebut.
Pelemahan kedua terjadi pada ringgit Malaysia yang turun 0,83%, menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Mahathir Mohamad karena faktor usia. Rupiah berada diurutan lemah ketiga, disusul baht Thailand yang terkoreksi 0,41%.
Selanjutnya dolar Singapura melemah 0,33%, rupee India tertekan 0,32%, dolar Taiwan rugi 0,21%, dolar Hong Kong tergelincir 0,09%, yuan China melemah tipis 0,06%, dan peso Filipina terkikis 0,03%.
Penyebaran virus corona terus menjadi perhatian pasar. Dan ini menguntungkan mata uang safe haven dibanding negara emerging market, terlebih bila negara tersebut telah terkena pandemi ini.
Melansir dari CNBC, Senin (24/2/2020), indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berada di level 99,606, lebih tinggi dari sesi awal perdagangan di 99,504.
(ven)
Lihat Juga :