Luhut Klaim RI Masih Dapat Fasilitas Dagang USD2,4 M dari AS

Selasa, 25 Februari 2020 - 14:27 WIB
Luhut Klaim RI Masih...
Luhut Klaim RI Masih Dapat Fasilitas Dagang USD2,4 M dari AS
A A A
JAKARTA - Indonesia dari daftar negara berkembang oleh United State Trade Representative (USTR) mulai disikapi oleh pemerintah. Sebab, dengan status negara maju, segala bentuk kemudahan bagi negara berkembang seperti potongan bunga dan subsidi dari perdagangan antarnegara, akan dikurangi oleh AS karena Indonesia sudah dianggap sebagai negara maju.

Dalam hal ini, dikhawatirkan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) atau fasilitas keringanan bea masuk impor Indonesia akan dicabut. Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengaku, persoalan ini tengah ditangani oleh pemerintah.

"Mengenai GSP, jadi besok tanggal 2 (Maret) tim dari USTR akan bertemu dengan tim dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, untuk menyelesaikan detailnya," ujar Luhut di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Luhut menambahkan, dalam hal perdagangan dengan AS, Indonesia masih akan bisa mendapat fasilitas yang nilainya sekitar USS2,4 miliar. Hal ini diyakininya membuat Indonesia tetap kompetitif.

Luhut juga menegaskan bahwa permasalahan mengenai GSP dan kaitannya dengan status Indonesia sebagai negara maju sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda. Adapun penilaian terhadap sejumlah negara berkembang yang kini sudah dianggap sebagai negara maju oleh AS itu, tidak hanya diberikan kepada Indonesia saja melainkan kepada 25 negara lainnya.

"Jadi itu ada 26 negara yang dikategorikan seperti itu, termasuk salah satunya Indonesia, Vietnam, India, dan segala macam. Tapi untuk soal GSP itu ada deal sendiri lagi, jadi kalau orang bilang ada strategi licik atau segala macam, itu tidak benar. Janganlah kita berburuk sangka," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fasilitas GSP AS Diperpanjang,...
Fasilitas GSP AS Diperpanjang, Menko Luhut Harap Perdagangan Bilateral Tembus Rp870 Triliun
Setelah Prabowo, Giliran...
Setelah Prabowo, Giliran Empat Menteri Bertandang ke Amerika
Opung Luhut dan Erick...
Opung Luhut dan Erick Cs Bakal 'Halan-Halan' ke Amrik
AS Perpanjang Pembebasan...
AS Perpanjang Pembebasan Tarif Bea Masuk Bagi Indonesia, Ayo Ramai-ramai Manfaatkan
Amerika Perpanjang Fasilitas...
Amerika Perpanjang Fasilitas GSP, Pengusaha Sumringah
Dapat Perpanjangan GSP,...
Dapat Perpanjangan GSP, Mantan Mendag Ini Pede RI Bisa Hempaskan Thailand
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
5 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
5 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
5 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
6 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
6 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved