Kilau USD Meredup, Rupiah Persempit Jarak ke Rp13.886
Selasa, 25 Februari 2020 - 16:49 WIB
Kilau USD Meredup, Rupiah Persempit Jarak ke Rp13.886
A
A
A
JAKARTA - Kemilau dolar Amerika Serikat (USD) meredup pada penutupan dagang di pasar Asia, Selasa (25/2/2020). Hal ini disebabkan imbal hasil obligasi AS yang jatuh dan berkurangnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
Selain itu, pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, meminta Kongres untuk mencairkan anggaran USD2,5 miliar atau setara Rp34,5 triliun untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
Kondisi tersebut membuat rupiah berhasil mempersempit jarak pelemahan terhadap USD. Data Bloomberg mencatat rupiah pada Selasa petang ini, ditutup terkoreksi 15 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.886 per USD.
Sesi pembukaan, rupiah dibuka berbalik menguat alias reboud 3 poin atau 0,03% ke level Rp13.868 per USD, berbanding penutupan Senin lalu di Rp13.871 per USD. Selasa ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.868-Rp13.906 per USD.
Data Yahoo Finance mencatat mata uang Garuda melemah 15 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.875 per USD, dibanding Senin kemarin di Rp13.860 per USD. Hari ini, rupiah bergerak di Rp13.860-Rp3.900 per USD.
Rupiah dan sejumlah mata uang ASEAN lainnya melemah hari ini, kontradiktif dengan mata uang negara Asia lainnya. Peso Filipina memimpin pelemahan 0,29%, ringgit Malaysia tergerus 0,17%, dan baht Thailand turun 0,15%.
Sementara won Korea Selatan memimpin penguatan 0,78%, dolar Taiwan naik 0,31%, yen Jepang menguat 0,24%, rupee India naik 0,21%, dan yuan China bertambah 0,15%.
Imbal hasil obligasi AS yang jatuh dan kekhawatiran AS terhadap penyebaran virus corona, membuat indeks USD jatuh. Melansir dari Reuters, Selasa (25/2/2020), indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berada di 99,321, lebih rendah dari sesi sebelumnya 99,6.
Selain itu, pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, meminta Kongres untuk mencairkan anggaran USD2,5 miliar atau setara Rp34,5 triliun untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
Kondisi tersebut membuat rupiah berhasil mempersempit jarak pelemahan terhadap USD. Data Bloomberg mencatat rupiah pada Selasa petang ini, ditutup terkoreksi 15 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.886 per USD.
Sesi pembukaan, rupiah dibuka berbalik menguat alias reboud 3 poin atau 0,03% ke level Rp13.868 per USD, berbanding penutupan Senin lalu di Rp13.871 per USD. Selasa ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.868-Rp13.906 per USD.
Data Yahoo Finance mencatat mata uang Garuda melemah 15 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.875 per USD, dibanding Senin kemarin di Rp13.860 per USD. Hari ini, rupiah bergerak di Rp13.860-Rp3.900 per USD.
Rupiah dan sejumlah mata uang ASEAN lainnya melemah hari ini, kontradiktif dengan mata uang negara Asia lainnya. Peso Filipina memimpin pelemahan 0,29%, ringgit Malaysia tergerus 0,17%, dan baht Thailand turun 0,15%.
Sementara won Korea Selatan memimpin penguatan 0,78%, dolar Taiwan naik 0,31%, yen Jepang menguat 0,24%, rupee India naik 0,21%, dan yuan China bertambah 0,15%.
Imbal hasil obligasi AS yang jatuh dan kekhawatiran AS terhadap penyebaran virus corona, membuat indeks USD jatuh. Melansir dari Reuters, Selasa (25/2/2020), indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berada di 99,321, lebih rendah dari sesi sebelumnya 99,6.
(ven)