Ekonomi Lesu, Menkeu Pastikan Defisit APBN Bakal Melebar
Rabu, 26 Februari 2020 - 15:41 WIB
Ekonomi Lesu, Menkeu Pastikan Defisit APBN Bakal Melebar
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memastikan defisit anggaran tahun 2020 akan melebar dari yang ditetapkan dalam APBN yaitu sebesar 1,76%. Hal ini seiring dampak corona serta pemberian insentif yang diberikan pemerintah dalam menstimulus ekonomi.
"Di dalam mengelola kebijakan fiskal, tentu kita ketahui bahwa ada pemasukan dan pengeluaran. Tapi tujuannya untuk kelola ekonomi. Jadi kalau ekonomi turun, penerimaan pajak lemah, kita memang harus siapkan diri untuk tingkatkan defisit," kata Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Sri Mulyani melanjutkan, pemerintah tidak akan menahan belanja di tengah ekonomi dunia yang melemah. Bahkan, pemerintah sudah menggelontorkan anggaran Rp10,3 triliun untuk sederet insentif.
"Kalau pemerintah ikut mengencangkan ikat pinggang, yang terjadi procyclical. Ekonomi lemah, pemerintah karena penerimaan turut, kita potong semua belanja, maka ekonomi nyungsep," jelasnya.
Menkeu mengaku belum menghitung berapa pelebaran defisit anggaran yang akan terjadi dari angka yang sekarang ditetapkan 1,76%. "Nanti dilihat, hitungannya kombinasi berbagai hal, tapi kita sudah antisipasi karena UU APBN 2020 defisit desain 1,76% cukup konservatif, tapi nanti kita akan lihat room-nya masih sangat ada," jelasnya.
"Di dalam mengelola kebijakan fiskal, tentu kita ketahui bahwa ada pemasukan dan pengeluaran. Tapi tujuannya untuk kelola ekonomi. Jadi kalau ekonomi turun, penerimaan pajak lemah, kita memang harus siapkan diri untuk tingkatkan defisit," kata Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Sri Mulyani melanjutkan, pemerintah tidak akan menahan belanja di tengah ekonomi dunia yang melemah. Bahkan, pemerintah sudah menggelontorkan anggaran Rp10,3 triliun untuk sederet insentif.
"Kalau pemerintah ikut mengencangkan ikat pinggang, yang terjadi procyclical. Ekonomi lemah, pemerintah karena penerimaan turut, kita potong semua belanja, maka ekonomi nyungsep," jelasnya.
Menkeu mengaku belum menghitung berapa pelebaran defisit anggaran yang akan terjadi dari angka yang sekarang ditetapkan 1,76%. "Nanti dilihat, hitungannya kombinasi berbagai hal, tapi kita sudah antisipasi karena UU APBN 2020 defisit desain 1,76% cukup konservatif, tapi nanti kita akan lihat room-nya masih sangat ada," jelasnya.
(fjo)
Lihat Juga :