Transportasi Ibu Kota Baru RI Akan seperti Inggris dan Jepang

Kamis, 27 Februari 2020 - 05:10 WIB
Transportasi Ibu Kota...
Transportasi Ibu Kota Baru RI Akan seperti Inggris dan Jepang
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengundang beberapa negara sahabat di antaranya Inggris dan Jepang untuk mendapatkan masukan terkait dengan sistem transportasi di Ibu Kota Negara Baru (IKN) yang berkonsep smart, terintegrasi dan berkelanjutan. Seperti diketahui pemerintah Indonesia tengah merencanakan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Kami mencanangkan suatu konsep bagaimana konektivitas yang smart, terintegrasi dan berkelanjutan. Tentu hal tersebut bukan hal yang mudah, karena satu kegiatan yang besar hendaknya dimulai dengan pemikiran dan perencanaan yang matang. Oleh karenanya kita mengundang negara-negara sahabat, dari Inggris dan Jepang. Kita akan menggali dari beberapa negara, apa saja sebenarnya yang menjadi penting bagi suatu Ibu Kota Negara,” tutur Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya di Jakarta.

(Baca Juga: Ibu Kota Baru Bakal Semegah Manhattan Amerika Serikat)

Lebih lanjut Ia menerangkan, kenapa memilih kedua negara itu untuk diminta masukan. Menurutnya Jepang dinilai memiliki pengalaman mengembangkan smart technology, sementara Inggris mempunyai kota yang berkonsep forest city.

"Selain mengundang negara sahabat, Kemenhub juga telah membentuk Satuan Tugas Pengembangan Sistem Transportasi Ibu Kota Negara bekerja sama dengan beberapa universitas untuk mendapatkan gagasan dan inovasi terkait bidang transportasi," katanya

Komitmen kerjasama dengan beberapa Universitas ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan dengan Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Mulawarman, Universitas GajahMada, Unit Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Indonesia, Universitas Pertahanan, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanudin tentang Penelitian dan Pengembangan di Bidang Transportasi.

“Keterlibatan dunia pendidikan sangat dibutuhkan dengan memikirkan suatu konsep yang baik, yang out of the box, yang memang merupakan suatu inovasi,” ungkap Menhub Budi.

Terkait perencanaan sistem Transportasi IKN, sambil menunggu pengesahan RUU IKN, Kemenhub menjadi bagian dari Kelompok Kerja (Pokja) Infrastruktur yang dikoordinir oleh Menteri PUPR untuk merencanakan infrastruktur di Ibu Kota Negara, khususnya di sektor transportasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangun Ibu Kota Baru...
Bangun Ibu Kota Baru di Kalimantan, Kementerian PUPR: Anggarannya Saja Belum Ada
Paling Penting, 3 Kementerian...
Paling Penting, 3 Kementerian Ini Diboyong Duluan ke Ibu Kota Baru
Bappenas Tegaskan Pemindahan...
Bappenas Tegaskan Pemindahan IKN Wujudkan Pemerataan Ekonomi
Kejar Target Ngantor...
Kejar Target Ngantor di IKN Tahun 2024, Kementerian Digabung di Satu Gedung
Menteri PPN: Ibu Kota...
Menteri PPN: Ibu Kota Baru Dibangun untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Timur
Pemindahan Ibu Kota...
Pemindahan Ibu Kota Negara Bisa Berakhir Gagal, 3 Negara Ini Merasakannya
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
3 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
3 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
3 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
4 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
4 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
4 jam yang lalu
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved