Analis: Krisis Berpotensi Terjadi Tahun Ini

Kamis, 27 Februari 2020 - 17:23 WIB
Analis: Krisis Berpotensi...
Analis: Krisis Berpotensi Terjadi Tahun Ini
A A A
JAKARTA - Pengamat pasar modal yang merupakan pendiri LBP Lucky Bayu Purnomo, mengingatkan krisis ekonomi berpotensi terjadi apabila tren penurunan ekonomi saat ini terus berlanjut. Menurutnya, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 5.600 sudah menandakan indeks berpeluang terjun hingga level 5.000.

"Target pelemahan berikutnya ada di level 5.500. Kemungkinan besok tercapai. Sore ini indeks diprediksi ke level 5.515," ujar Lucky di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Lebih lanjut dia mengingatkan potensi krisis dapat terjadi, apabila negara berkembang dan maju mengalami koreksi kinerja ekonomi. Keterkaitan ekonomi lintas negara menurutnya akan saling berdampak satu sama lain. Saat ini mitra dagang utama Indonesia adalah China, AS, dan Eropa yang ketiganya diprediksi akan terkena dampak virus Corona.

"Ada faktor makro dan mikro. Apabila mitra dagang utama Indonesia mengalami koreksi, tidak menutup kemungkinan penurunan kualitas ekonomi dan ujungnya adalah krisis," ujar dia.

Lebih lanjut dia mengatakan dalam jangka pendek ada beberapa hal yang harus dilakukan otoritas pasar modal, BEI dan OJK. Menurutnya saat ini otoritas harus mempertimbangkan adanya kebijakan buy back untuk saham saham BUMN dengan penurunan terendah, namun memiliki nilai fundamental yang baik. "Buy back hanya upaya menahan sementara. Bukan jadi bendungan untuk banjir kerugian," ujar dia.

Berikutnya otoritas harus mencermati saham saham yang memiliki transaksi tidak wajar, agar tidak ikut serta mempengaruhi transaksi yang wajar. Dengan harapan, bahwa pelemahan yang terjadi dapat disikapi dengan kondisi pasar yang sebenarnya atau bukan karena pengaruh transaksi saham yang tiba-tiba memiliki transaksi tidak wajar.

"Otoritas harus tetap menjaga pengawasan terhadap Anggota Bursa agar mampu menciptakan transaksi kondusif," tandas Lucky.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
Situasi Memanas, Brasil...
Situasi Memanas, Brasil Alami Krisis Politik di Tengah Pandemi
Kerusuhan Berlanjut...
Kerusuhan Berlanjut di Kota-kota Lebanon pada Hari Ketiga
Krisis Memburuk di Kuba,...
Krisis Memburuk di Kuba, Kelinci Ditukar Sabun dan Makanan
KPN Sarankan Pemerintah...
KPN Sarankan Pemerintah Antisipasi Krisis Pangan
Dampak Wabah Covid-19,...
Dampak Wabah Covid-19, Solusi Global Diperlukan Atasi Krisis 2020
Berita Terkini
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
13 menit yang lalu
Astra Gelar RUPSLB,...
Astra Gelar RUPSLB, Kantongi Restu Buyback Rp8 Triliun dan Program Saham Manajemen
51 menit yang lalu
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
51 menit yang lalu
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
2 jam yang lalu
Hindari Risiko Kerusakan...
Hindari Risiko Kerusakan Barang, Ini 7 Tips Packing dari J&T Cargo
2 jam yang lalu
Gelar RUPS Luar Biasa,...
Gelar RUPS Luar Biasa, Brigit Biofarmaka Teknologi Bahas Penyesuaian Klasifikasi Usaha
2 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved