Truk ODOL Dibatasi, KAI Beberkan Keunggulan Kereta Barang

Jum'at, 28 Februari 2020 - 18:01 WIB
Truk ODOL Dibatasi,...
Truk ODOL Dibatasi, KAI Beberkan Keunggulan Kereta Barang
A A A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI siap mendukung program pembatasan truk kelebihan dimensi dan muatan (Over Dimension & Over Load/ODOL). Program ini dicanangkan oleh Kementerian Perhubungan untuk membatasi truk ODOL yang selama ini dianggap menghambat pengguna jalan lain dan menyebabkan terjadinya kemacetan di jalan tol.

"KAI siap mendistribusikan logistik melalui angkutan kereta barang dalam rangka mendukung program pembatasan truk ODOL yang diterapkan oleh pemerintah," ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Edi Menambahkan, kesiapan KAI terwujud dari seluruh SDM yang cakap serta prasarana dan sarana yang andal. Kinerja angkutan barang KAI pun selama ini terus naik dari tahun ke tahun. Di tahun 2019, KAI mengangkut 47,6 juta ton barang, naik 5,3% dibandingkan dengan tahun 2018 dengan volume total 45,2 juta ton barang. Adapun di 2017 KAI mengangkut 40,1 juta ton barang.

Komoditas yang diangkut pun beragam, antara lain batu bara, BBM, bubur kayu, CPO, klinker, latex, peti kemas, retail, semen dan komoditas lainnya. Saat ini, KAI menjalankan 258 KA barang per hari dengan 75 relasi di Jawa dan Sumatera. Total terdapat 116 stasiun yang siap untuk melayani bongkar muat angkutan barang. Adapun jumlah gerbong barang yang dimiliki KAI sebanyak 6.479 gerbong barang .

"Kesiapan KAI ini juga untuk menindaklanjuti arahan dari Menteri Perhubungan agar para pelaku usaha mengoptimalkan angkutan Kereta Api sebagai moda alternatif untuk menekan praktik ODOL," tambah Edi.

Untuk bisnis angkutan barang, KAI memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan angkutan truk. Yang pertama adalah kapasitas. Dalam sekali perjalanan, kereta barang di Pulau Jawa mampu mengangkut hingga 30 gerbong datar kapasitas 42 ton. Bahkan di Sumatera Selatan, satu rangkaian kereta api batu bara dapat menarik 60 gerbong dalam sekali perjalanan.

Edi melanjutkan, keunggulan yang kedua adalah ketepatan waktu. Kereta api barang berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tak seperti moda transportasi jalan raya, kereta api berjalan relatif bebas hambatan karena berjalan pada rel yang merupakan jalurnya sendiri.

Kini, jalur kereta api pun sudah semakin baik, dengan beroperasinya Jalur Ganda KA Lintas Utara Jawa maka kapasitas perjalanan KA juga semakin bertambah. Ke depan pembangunan lainnya juga sedang dikerjakan seperti pembangunan Jalur Dwiganda Manggarai-Cikarang, Jalur Ganda Lintas Selatan, Jalur Ganda di Sumatera Selatan, Jalur Ganda Bogor - Sukabumi, dan peningkatan kualitas jalur lainnya yang nantinya juga dapat dimaksimalkan untuk angkutan barang.

Keunggulan ketiga, lanjut Edi, adalah keselamatan dan keamanan. Selain SDM yang tersertifikasi oleh Kementerian Perhubungan, di sektor sarana dan prasarana pun, KAI rutin melakukan pengecekan berkala tujuannya agar selama perjalanan seluruh sarana dalam kondisi yang andal. Gangguan-gangguan dari luar pun yang biasa terjadi pada angkutan truk bisa dihindari seperti pungutan liar dan bajing loncat.

Dari sisi teknologi, lanjut dia, untuk meningkatkan kemudahan layanan angkutan barang, KAI telah menghadirkan portal angkutan barang yakni https://cargo.kai.id/ yang menjadi salah satu media dalam memberikan informasi dan gambaran angkutan barang KAI. KAI juga sudah menerapkan teknologi informasi dalam operasi angkutan barang yaitu Rail Cargo System sehingga pelayanan mampu dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

"Diharapkan dengan adanya kebijakan tersebut mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang, menekan kerusakan jalan raya dan mengurangi angka kecelakaan di jalan. Berbagai kesiapan ini tujuannya untuk menjadikan kereta api sebagai salah satu tulang punggung distribusi logistik nasional," tutup Edi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Imbauan Tak Digubris...
Imbauan Tak Digubris Warga, KAI Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Bogor
Berita Terkini
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
12 menit yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
23 menit yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
50 menit yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
2 jam yang lalu
Infografis
KAI KF-21 Pesawat Karya...
KAI KF-21 Pesawat Karya Indonesia Korsel dengan Teknologi Siluman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved