Pengembangan Bangun Bandara Lagaligo Bua, Anggaran Disiapkan Rp20,3 M
Sabtu, 29 Februari 2020 - 04:12 WIB
Pengembangan Bangun Bandara Lagaligo Bua, Anggaran Disiapkan Rp20,3 M
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memacu pengembangan Bandara Lagaligo Bua di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan dengan memperpanjang landasan pacu (runway) menjadi 2000 Meter pada tahun 2020. Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara telah menganggarkan Rp20,3 Miliar guna perpanjangan dan pelebaran Runway dari 1880 x 30 Meter menjadi 2000 x 30 Meter.
“Kita ingin bandara ini menjadi hub di utara Sulawesi Selatan, makanya runway yang tadinya 1800 m akan kita perpanjang menjadi 2000 m pada tahun ini, dan menjadi 2250 tahun 2021. Saya berterima kasih kepada Gubernur mau membebaskan tanah dengan luasan 48 hektar. Bandara Ini menjadi penting karena ini akan menjadi jangkar bagi 7 kabupaten lain disekitarnya,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya di Jakarta.
Selain memperpanjang runway, juga dilakukan pembangunan Turning Area (1500 M) termasuk Marking, Rekonstruksi Jalan Akses Pertolongan Kecelakaan Penerbangan - Pemadam Kebakarah (PKP-PK), Pembuatan Drainase Terbuka sisi darat, Pekerjaan Pengawasan Pengembangan Bandar Udara. Selain itu juga di sisi darat dilakukan pembangunan sarana ibadah, parkir, dan sebagainya.
Sementara pada tahun 2021, direncanakan akan dilakukan kembali pengerjaan perpanjangan runway menjadi 2.250 meter x 45 meter, perluasan apron menjadi 200 x 120 meter dan penataan kawasan komersil Bandara. Menhub mengatakan, dengan perpanjangan runway diharapkan akan banyak maskapai penerbangan dengan pesawat yang lebih besar dapat masuk ke Bandara Bua.
Adapun saat ini ada permintaan dari operator untuk menerbangi Bandara Bua dengan jenis pesawat Bombardier, namun untuk saat ini runway belum memadai, untuk itu Kementerian Perhubungan meminta operator dapat menunggu dilakukannya perpanjangan runway. “Sekarang ini hanya satu pesawat satu hari di Bandara Bua ini. Jadi orang itu tunggu-tunggu ada atau tidak pesawatnya, dan harganya cocok atau tidak," katanya.
Oleh karenanya, harus kolaborasi dengan maskapai. Kerja sama bisa dalam bentuk subsidi, bisa blok seat supaya orang itu ramai. "Kalau ada subsidi dari pemda-pemda akan membuat harga tiket penerbangan baik, sehingga diharapkan akan banyak trafficnya. Saya yakin bandara ini juga akan menunjang Toraja sebagai destinasi wisata,” jelasnya.
“Kita ingin bandara ini menjadi hub di utara Sulawesi Selatan, makanya runway yang tadinya 1800 m akan kita perpanjang menjadi 2000 m pada tahun ini, dan menjadi 2250 tahun 2021. Saya berterima kasih kepada Gubernur mau membebaskan tanah dengan luasan 48 hektar. Bandara Ini menjadi penting karena ini akan menjadi jangkar bagi 7 kabupaten lain disekitarnya,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya di Jakarta.
Selain memperpanjang runway, juga dilakukan pembangunan Turning Area (1500 M) termasuk Marking, Rekonstruksi Jalan Akses Pertolongan Kecelakaan Penerbangan - Pemadam Kebakarah (PKP-PK), Pembuatan Drainase Terbuka sisi darat, Pekerjaan Pengawasan Pengembangan Bandar Udara. Selain itu juga di sisi darat dilakukan pembangunan sarana ibadah, parkir, dan sebagainya.
Sementara pada tahun 2021, direncanakan akan dilakukan kembali pengerjaan perpanjangan runway menjadi 2.250 meter x 45 meter, perluasan apron menjadi 200 x 120 meter dan penataan kawasan komersil Bandara. Menhub mengatakan, dengan perpanjangan runway diharapkan akan banyak maskapai penerbangan dengan pesawat yang lebih besar dapat masuk ke Bandara Bua.
Adapun saat ini ada permintaan dari operator untuk menerbangi Bandara Bua dengan jenis pesawat Bombardier, namun untuk saat ini runway belum memadai, untuk itu Kementerian Perhubungan meminta operator dapat menunggu dilakukannya perpanjangan runway. “Sekarang ini hanya satu pesawat satu hari di Bandara Bua ini. Jadi orang itu tunggu-tunggu ada atau tidak pesawatnya, dan harganya cocok atau tidak," katanya.
Oleh karenanya, harus kolaborasi dengan maskapai. Kerja sama bisa dalam bentuk subsidi, bisa blok seat supaya orang itu ramai. "Kalau ada subsidi dari pemda-pemda akan membuat harga tiket penerbangan baik, sehingga diharapkan akan banyak trafficnya. Saya yakin bandara ini juga akan menunjang Toraja sebagai destinasi wisata,” jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :