TRAS N CO Umumkan Penghargaan Top Digital PR Award 2020

loading...
TRAS N CO Umumkan Penghargaan Top Digital PR Award 2020
TRAS N CO Umumkan Penghargaan Top Digital PR Award 2020
A+ A-
JAKARTA - TRAS N CO Indonesia memberi penghargaan Top Digital PR Award 2020, pada Jumat (28/02/2020) malam. Hasil ini diumumkan setelah dilakukan survei Top Digital PR Index sepanjang September 2019 hingga Januari 2020 terhadap 1.000 perusahaan dari 105 kategori produk atau jasa dan 583 perusahaan publik dari 43 kategori industri.

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, TRAS N CO Indonesia menggunakan metode penelitian quantitative survey. Dengan teknik pengambilan data menggunakan desk research melalui tiga parameter penilaian Digital Media Aspect, Social Engagement Aspect dan Digital Mention Aspect. Sementara penilaian untuk perusahaan publik berdasarkan tiga penilaian; Digital media Aspect, Digital Sentiment Aspect dan Digital Awareness Aspect.

Founder & Chairman TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo mengatakan, dari 105 kategori produk atau jasa yang tersurvei, pihaknya telah menyaring TOP 5 Digital PR Index 2020, di mana kategori Mobil telah menempati urutan teratas dengan torehan index mencapai 13,04 persen dan telah diulas sebanyak 853.840 pemberitaan dalam setahun terakhir.

Sementara berdasarkan pencarian di lima halaman search engine news, kategori ini memiliki persentase 97,38 persen berita positif dan 2,62 persen berita negatif. Tak heran kalau di sosial media, kategori ini juga memiliki banyak penggemar di Facebook hingga mencapai 32.752.162 penggemar.

“Tentunya ini menjadi bukti keberhasilan atas kinerja positif dalam membangun reputasi brand, kredibilitas serta kepercayaan publik, terutama untuk kategori Mobil,” ungkap Tri Raharjo yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Brand Network (IBN).

Kemudian di urutan kedua, kata dia, berdasarkan hasil survei ditempati oleh kategori Motor dengan total index mencapai 11,87 persen dan 737.300 pemberitaan yang terdiri dari 99,14 persen berita positif dan 0,86 persen berita negatif. Sementara di sosial media, kategori ini memiliki 1.323.907 pengikut di Instagram.

Lalu di peringkat ketiga ada kategori Bank yang sukses dengan torehan total index mencapai 7,13 persen dan 389.510 pemberitaan. Sementara di urutan keempat dan kelima berhasil ditempati oleh kategori Smartphone dan Online Tranportation dengan total index masing-masing 6,05 persen dan 3,57 persen.

Sementara pemberitaan dalam setahun terakhir untuk masing-masing kategori ini adalah 236.110 dan 192.400 pemberitaan.
“Kedua kategori ini berhasil menorehkan 100 persen berita positif berdasarkan pencarian pada di lima halaman search engine,” ujar Tri.

Hasil tersebut, menurutnya, boleh dibilang perusahaan-perusahaan yang mengacu pada kategori tersebut telah mampu memanfaatkan secara maksimal peran Digital PR-nya dalam membangun kepercayaan konsumen untuk dapat terus memacu pertumbuhan perusahaan di tengah era digitalisasi saat ini.

Top Digital PR Award 2020

Untuk mengukur
efektivitas Public Relations (PR) di era digital, media INFOBRAND.ID dan TRAS N CO Indonesia untuk ketiga kalinya kembali menyelenggarakan malam penghargaan Indonesia Top Digital Public Relations Award 2020 di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Indonesia Top Digital Public Relations Award 2020 adalah sebuah penghargaan yang didedikasikan khusus untuk perusahaan-perusahaan yang berhasil memanfaatkan Digital Public Relations dalam membangun komunikasi, menjalin engagement, dan membangun reputasi brand atau perusahaan di ranah digital.

Berbeda dari tahun sebelumnya, penghargaan Top Digital Public Relations Award kali ini turut menghadirkan perusahaan publik yang telah berhasil mambangun komunikasi, corporate awareness dan reputasi perusahaan dimata publik.

Selain itu, penghargaan Indonesia Top Digital Public Relations Award 2020 juga dikemas dengan acara seminar bertajuk “Public Relation in The Era of Artificial Intelligence” yang disampaikan langsung oleh Dr. N. Nurlaela Arief, MBA selaku Director of Communication and Alumni Relations School of Business and Management (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurutnya, dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, tentunya beberapa aktivitas Public Relations akan terancam oleh kehadiran Artificial Intelligence. Oleh karena itu, praktisi Public Relations harus memiliki kemampuan-kemampuan khusus sehingga dapat mengetahui sekaligus memprediksi sebuah peristiwa yang akan terjadi ke depannya.

“Artinya kompetisi Public Relations saat ini adalah mampu menganalisis data, menggandeng influencer, mengoptimalkan media sosial dan memiliki content creator yang menghasilkan konten menarik sehingga dapat diterima dengan mudah dan baik oleh publik,” kata Lala, sapaan akrab Dr. N. Nurlaela Arief.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top