Java Jazz Festival Tunjukkan Besarnya Potensi Ekonomi Kreatif RI

Minggu, 01 Maret 2020 - 21:41 WIB
Java Jazz Festival Tunjukkan...
Java Jazz Festival Tunjukkan Besarnya Potensi Ekonomi Kreatif RI
A A A
JAKARTA - Penampilan deretan musisi lokal dan internasional serta antusiasme tinggi penonton Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 menunjukkan betapa besarnya potensi ekonomi kreatif di Indonesia, dalam hal ini musik sebagai satu dari 17 sub sektor ekonomi kreatif di Indonesia.

BNI Java Jazz Festival 2020 resmi dimulai pada Jumat (28/2) di JiExpo Kemayoran Jakarta. Pada hari pertama gelaran ini tampil deretan musisi baik lokal maupun internasional.

Anov Blues One featuring PS Crew dan "Avo Indobeatbox" menjadi penampil pembuka. Selanjutnya ada penampilan dari Rizky Febian, Anomalie, Jamie Aditya serta Bruno Major.

Bruno Major yang merupakan penyanyi, penulis lagu dan gitaris asal Inggris mengapresiasi gelaran Java Jazz Festival. Dia merasa beruntung karena melalui sektor ekonomi kreatif, dalam hal ini musik, dia bisa berkunjung dan tampil di Indonesia. "Lagu (musik) adalah alasan saya diundang ke Jakarta," ujar Bruno Major dari atas panggung.

Selain Bruno Major, musisi internasional yang hadir kemarin adalah Ron King Big Band yang selalu tampil di setiap tahun gelaran Java Jazz Festival.

Sementara komposer kawakan tanah air, Erwin Gutawa juga mendukung gelaran Java Jazz Festival yang konsisten di setiap tahunnya. Erwin Gutawa menghadirkan suguhan spesial bertajuk "Chrisye Live by Erwin Gutawa with Special Guest Gerald Situmorang'.

Bagi para musisi, Java Jazz Festival menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya sekaligus menjaga keberlangsungan industri kreatif.

"Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Java Jazz Festival 2020 yang telah memberikan panggung untuk kami tampil. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para pengunjung yang telah hadir untuk bersenang-senang dan bernostalgia. Terima kasih sudah mendukung musik Indonesia," ujar Erwin Gutawa.

Tidak ketinggalan penyanyi Isyana Sarasvati yang juga berbahagia karena mendapat respons atas album terbarunya, 'Lexicon'. Isyana tampil sebagai pamungkas di hari pertama Java Jazz Festival 2020.

"Album ini sangat berarti bagi saya, karena ini adalah perjalanan episode hidup saya yang akhirnya bisa saya rampungkan dalam Lexicon," kata dia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengapresiasi perjalanan panjang Java Jazz Festival yang sudah berlangsung sejak tahun 2005.

"Selamat kepada tim Java Jazz yang sudah setia selama 15 tahun mempersembahkan event musik jazz yang mendatangkan penikmat musik tak hanya dari dalam tapi juga luar negeri," ujar Wishnutama.

Dia juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk semakin giat menciptakan event kelas dunia. "Ada banyak yang bisa kita suguhkan kepada para turis selain kekayaan alam dan budaya, salah satunya adalah event musik berkelas dunia yang dikemas dengan kreatif, inovatif, dan pastinya menghibur, sehingga menikmati musik dunia, bisa #DiIndonesiaAja," jelas Wishnutama.

Dia berharap dengan semakin banyak event kelas dunia di Tanah Air dapat meningkatkan jumlah wisatawan sehingga berdampak pada perolehan devisa negara.

Event tahunan yang selalu diselenggarakan setiap awal bulan Maret ini juga merupakan salah satu event unggulan di Calendar of Event Kemenparekraf. Untuk tahun ini, Java Jazz diselenggarakan selama tiga hari yaitu dari 28 Februari 2020 hingga 1 Maret 2020.

Chairman Java Jazz Festival Production Jazz Aficionado Peter F. Gontha menjelaskan bahwa tagline Redeem Yourself Through Music merupakan hasil refleksi kehidupan.

Tagline ini bermakna bahwa setiap orang butuh sesuatu untuk mengalihkan diri sejenak dari berbagai hal yang terjadi dalam hidup. "Lewat event ini diharapkan kita dapat mengalihkan diri sejenak dari problematika hidup dengan musik sebagai medianya," ujarnya.

Gelaran Java Jazz tahun ini dimeriahkan oleh deretan musisi ternama seperti Harvey Mason "Chameleon", Phil Perry, T-SQUARE, serta artis generasi muda dan sedang naik daun seperti Omar Apollo, Kiana Lede, RINI, Bruno Major, dan The Free Nationals hingga grup musik legendaris The Jacksons.

Kolaborasi dan proyek lainnya yang juga patut disaksikan antara lain adalah 7 Bintang Feat. Deddy Dhukun, Fariz RM, Mus Mujino, Trie Utami, Yuni Shara, Ita Purnamasari, dan Memes. Ada juga BNI Music Project feat Rizky Febian, Ardhito Pramono, Cantika, Rebecca Reijman, dan Nima Ilayla.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri Sandiaga Uno...
Menteri Sandiaga Uno Pastikan Ekonomi Kreatif Sokong Ekonomi Bangsa
Kolaborasi Kunci Strategis...
Kolaborasi Kunci Strategis Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Jangan Sedih, Ini Cara...
Jangan Sedih, Ini Cara Buat Pelaku Ekonomi Kreatif Naikkan Omset Penjualan
Animator RI Didorong...
Animator RI Didorong Unjuk Karya di Asian Animation Summit 2020
Tren Berubah Usai Pandemi,...
Tren Berubah Usai Pandemi, Pegiat Event Diminta Siapkan Strategi
Kabupaten dan Kota di...
Kabupaten dan Kota di Indonesia Didorong Miliki Subsektor Ekraf Unggulan
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved