IHSG Berpotensi Cetak Rebound, 8 Saham Ini Bisa Jadi Pilihan
Senin, 02 Maret 2020 - 07:57 WIB
IHSG Berpotensi Cetak Rebound, 8 Saham Ini Bisa Jadi Pilihan
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diprediksi akan balik penguatan atau mencetak rebound setelah anjlok sangat dalam di satu pekan terakhir. Bahkan Jumat kemarin, IHSG masih ditutup melemah 82,99 poin atau 1,50% ke 5.452,70.
Analis saham dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD masih negatif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold.
"Di sisi lain, terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi rebound pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," ujar Nafan Aji di Jakarta, Senin (2/3/2020).
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
1. ANTM
Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 550 – 575, dengan target harga secara bertahap di level 590, 620, 645 dan 735. Support: 505.
2. ASRI
Terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada level 134 – 152, dengan target harga secara bertahap di level 169, 188, 202 dan 260. Support: 117.
3. BBNI
Terlihat pola long white closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 6675 – 7025, dengan target harga di level 7175, 7550, 7650 dan 8525. Support: 6400.
4. BMRI
Terlihat pola long white closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 6550 – 7275, dengan target harga secara bertahap di level 7425, 8050 dan 8650. Support: 6475 & 6175.
5. BNGA
Adapun indikator RSI sudah sangat menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 735 – 755, dengan target harga secara bertahap di level 780, 805, 815 dan 880. Support: 725.
6. GGRM
Adapun indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 50000 - 51000, dengan target harga secara bertahap di level 52950, 54100, 59050, 64000 dan 68925. Support: 49175.
7. PTBA
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 2190 – 2250, dengan target harga secara bertahap di level 2440, 2770, 3100 dan 3430. Support: 2110.
8. WIKA
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 1760 - 1880, dengan target harga secara bertahap di level 1940, 2170, 2400 dan 2630. Support: 1710.
Analis saham dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD masih negatif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold.
"Di sisi lain, terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi rebound pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," ujar Nafan Aji di Jakarta, Senin (2/3/2020).
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
1. ANTM
Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 550 – 575, dengan target harga secara bertahap di level 590, 620, 645 dan 735. Support: 505.
2. ASRI
Terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada level 134 – 152, dengan target harga secara bertahap di level 169, 188, 202 dan 260. Support: 117.
3. BBNI
Terlihat pola long white closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 6675 – 7025, dengan target harga di level 7175, 7550, 7650 dan 8525. Support: 6400.
4. BMRI
Terlihat pola long white closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 6550 – 7275, dengan target harga secara bertahap di level 7425, 8050 dan 8650. Support: 6475 & 6175.
5. BNGA
Adapun indikator RSI sudah sangat menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 735 – 755, dengan target harga secara bertahap di level 780, 805, 815 dan 880. Support: 725.
6. GGRM
Adapun indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 50000 - 51000, dengan target harga secara bertahap di level 52950, 54100, 59050, 64000 dan 68925. Support: 49175.
7. PTBA
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 2190 – 2250, dengan target harga secara bertahap di level 2440, 2770, 3100 dan 3430. Support: 2110.
8. WIKA
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 1760 - 1880, dengan target harga secara bertahap di level 1940, 2170, 2400 dan 2630. Support: 1710.
(akr)
Lihat Juga :