Kenaikan Harga Bawang Putih Biang Kerok Inflasi Februari

Senin, 02 Maret 2020 - 13:11 WIB
Kenaikan Harga Bawang...
Kenaikan Harga Bawang Putih Biang Kerok Inflasi Februari
A A A
JAKARTA - Inflasi pada Februari 2020 sebesar 0,28% (month to month/mtm) disebabkan oleh kenaikan pada beberapa harga komoditas makanan. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,95%

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Yunita Rusanti mengatakan, salah satu penyebab inflasi Februari adalah kenaikan pada harga bawang putih. Adapun andilnya kepada inflasi adalah sebesar 0,09%.

"Pertama kelompok makanan, minuman dan tembakau itu komoditas adalah bawang putih. Andil 0,09%. Jadi inflasi antara lain disebabkan kenaikan bawang putih 0,09%" ujar Yunita di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Selain bawang putih, beberapa komoditas yang menyebabkan inflasi adalah cabai merah dengan 0,06%. Selanjutnya ada juga daging ayam ras dan jeruk dengan inflasi 0,02%. "Lalu cabai merah 0,06%. Daging ayam ras, jeruk masing masing 0,02%," ucapnya.

Jika dilihat secara kelompok, penyumbang terbesar inflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau yang inflasinya mencapai 0,95%. Kelompok ini memberikan andil sebesar 0,25%. "Kelompok kedua cukup besar kelompok 11 perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 0,41%," katanya.

Sementara kelompok transportasi mengalami deflasi 0,37% dan andilnya sebesar 0,04% dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,01%. "Transportasi lebih disebabkan penurunan harga bensin dan tarif angkutan udara yang andilnya masing-masing 0,03%," jelasnya.

Rinciannya kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,21%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,06%. Sedangkan kelompok kesehatan sebesar 0,34%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,07%.

Selanjutnya kelompok pendidikan sebesar 0,02%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,17%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,41%. Sementara kelompok yang mengalami deflasi, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,37% dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
BPS: Inflasi Mei 2022...
BPS: Inflasi Mei 2022 Tertinggi sejak Desember 2017
Usai Deflasi Beruntun,...
Usai Deflasi Beruntun, Bulan Oktober 2020 Kembali Inflasi 0,07%
Inflasi September 2025...
Inflasi September 2025 Capai 0,21%, Berikut Komoditas Pendorongnya
BPS Catat Inflasi 0,28...
BPS Catat Inflasi 0,28 Persen pada November 2020
BPS: Deflasi Juni Cetak...
BPS: Deflasi Juni Cetak Rekor Tertinggi Perdana di 2021
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
13 menit yang lalu
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
29 menit yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
41 menit yang lalu
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
43 menit yang lalu
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
1 jam yang lalu
Tol Kataraja Siap Beroperasi...
Tol Kataraja Siap Beroperasi Akhir Tahun 2026, Bandara Soetta-PIK 2 Hanya 7 Menit
1 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved