IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan 8 Hari Beruntun
Selasa, 03 Maret 2020 - 08:07 WIB
IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan 8 Hari Beruntun
A
A
A
JAKARTA - melanjutkan pelemahan selama delapan hari berturut-turut. Senin kemarin, IHSG gagal melakukan rebound, usai pengumuman kasus pertama virus corona di Indonesia. Indeks pulang ambruk 91,46 poin atau 1,68% ke level 5.361,25.
Analis saham dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD, Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.
"Di sisi lain, terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi bearish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke support terdekat," ujar Nafan Aji di Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
1. ADRO
Adapun indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada level 1120-1170, dengan target harga secara bertahap di level 1185, 1240, 1470, 1700 dan 1930. Support: 1120 dan 1010.
2. BSDE
Adapun indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level 945-965, dengan target harga secara bertahap di level 1000, 1020, 1035 dan 1095. Support: 945 dan 915.
3. PTPP
Adapun indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level 1100-1120, dengan target harga secara bertahap di level 1205, 1315, 1390 dan 1705. Support: 920.
4. SMRA
Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 795-815 dengan target harga secara bertahap di level 850, 890, 920 dan 1040. Support: 795 dan 740.
5. UNVR
Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 6800-6900, dengan target harga secara bertahap di level 7125, 7375, 7550 dan 8300. Support: 6800 dan 6450.
6. WSKT
Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 960-970, dengan target harga di level 1075. Support: 890.
Analis saham dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD, Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.
"Di sisi lain, terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi bearish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke support terdekat," ujar Nafan Aji di Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
1. ADRO
Adapun indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada level 1120-1170, dengan target harga secara bertahap di level 1185, 1240, 1470, 1700 dan 1930. Support: 1120 dan 1010.
2. BSDE
Adapun indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level 945-965, dengan target harga secara bertahap di level 1000, 1020, 1035 dan 1095. Support: 945 dan 915.
3. PTPP
Adapun indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold sehingga peluang pembentukkan fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend pada pergerakan harga saham akan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level 1100-1120, dengan target harga secara bertahap di level 1205, 1315, 1390 dan 1705. Support: 920.
4. SMRA
Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 795-815 dengan target harga secara bertahap di level 850, 890, 920 dan 1040. Support: 795 dan 740.
5. UNVR
Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 6800-6900, dengan target harga secara bertahap di level 7125, 7375, 7550 dan 8300. Support: 6800 dan 6450.
6. WSKT
Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 960-970, dengan target harga di level 1075. Support: 890.
(ven)
Lihat Juga :