Optimalkan Tol Laut, Luhut Janji Berikan Keringanan Pajak

Jum'at, 06 Maret 2020 - 03:26 WIB
Optimalkan Tol Laut,...
Optimalkan Tol Laut, Luhut Janji Berikan Keringanan Pajak
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan pemerintah menyiapkan insentif beruapa libur bayar pajak (tax holiday) dan juga tax allowance bagi industri yang membangun sentra produksi di kawasan Indonesia timur. Hal ini dilakukan untuk lebih mengoptimalkan manfaat dari program tol laut.

Tax allowence merupakan salah satu fasilitas pajak yang diberikan kepada investor untuk mengurangi pajak yang dihitung berdasarkan besarnya investasi yang ditanamkan.

Sedangkan tax holiday merupakan fasilitas pajak yang berlaku untuk perusahaan yang baru berdiri dengan diberikan kebebasan pembayaran pajak penghasilan (PPh) badan dalam periode tertentu.

"Pemerintah akan memberi tax allowance secara panjang kepada industri-industri yang membangun di Indonesia timur. Agar terjadi pemerataan, sehingga tidak terlalu berpusat di Jawa, juga ke sana (Indonesia timur)," ujar Luhut di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Dia menerangkan saat ini pemerintah tengah memilah-milah industri mana saja yang akan mendapatkan insentif. Namun dirinya menyebut jika industri yang pertama kali akan mendapatkan insentif adalah pelaku usaha makanan dan minuman.

"Ya misal industri makanan, di Jawa untuk tax holiday-nya 15 tahun, di sana (Indonesia timur) kita bisa berikan 20 tahun. Semen juga bisa," kata Luhut.

Selain itu, lanjut Luhut, pemerintah juga akan menambah jumlah trayek tol laut menjadi 26 trayek. Dengan penambahan trayek ini diharapkan akan menarik industri untuk membuka sentra bisnisnya di Indonesia bagian timur.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana sebesar Rp400 miliar untuk subsidi tol laut. Selain memberikan subsidi, pemerintah juga menginginkan agar agen yang mendistribusikan barang diperbanyak.

"Subsidi dikeluarkan kira-kira Rp400-an miliar. Selanjutnya yang menjadi agen melakukan distribusi barang enggak hanya satu, paling enggak ada dua hingga tiga, jadi tidak ada monopoli dari satu perusahaan," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bantu Maskapai, Pembebasan...
Bantu Maskapai, Pembebasan Airport Tax Mulai Berlaku Hari Ini
6 Tahun Berjalan, Luhut...
6 Tahun Berjalan, Luhut Sebut Kekurangan dari Program Tol Laut
Candu Tax Amnesty
Candu Tax Amnesty
Tarif Airport Tax di...
Tarif Airport Tax di 6 Bandara AP II Naik
Airport Tax Dibebaskan...
Airport Tax Dibebaskan Dorong Gairah Pariwisata Domestik
Airport Tax Ditanggung...
Airport Tax Ditanggung Pemerintah, Maskapai Bisa Fokus ke Load Factor
Berita Terkini
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
47 menit yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
2 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
3 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved