Airport Tax Dibebaskan Dorong Gairah Pariwisata Domestik
Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:03 WIB
loading...
Penumpang beraktivitas di bandara Soekarno Hatta. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Rusmiati menyambut baik diberikannya insentif dalam rangka menggeliatkan pariwisata Indonesia melalui 13 destinasi wisata di Indonesia.
Menurut dia, pembebasan biaya airport tax atau tarif Pelayanan Jasa Penumpang Udara (PJP2U) diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata.
“Kami dari Asita tentu saja menyambut baik adanya insentif ini dimana kami juga berterimakasih kepada bapak presiden yang betul-betul konsen terhadap perputaran perekonomian di bidang kepariwisataan,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (22/10/2020).
(Baca juga: Ada Insentif Rp215 Miliar di 13 Bandara, Terbang Bakal Makin Enteng )
Dia meyakini niat baik pemerintah melalui pemberian insentif lewat pembebasan biaya airport tax akan mampu menambah pergerakan wisatawan, terutama wisatawan domestik.
Dengan jumlah anggota Asita mencapai 7.000 travel agent ditambah UMKM di sektor pariwisata, dia optimis pergerakan wisatawan akan meningkat perlahan pada destinasi wisata di seluruh Indonesia.
“Kami mencatat sudah ada pergerakan tiga juta wisatawan di seluruh provinsi. Ini tentu membuat kita optimis, apalagi dengan dukungan pemerintah,” ujarnya.
Menurut dia, pembebasan biaya airport tax atau tarif Pelayanan Jasa Penumpang Udara (PJP2U) diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata.
“Kami dari Asita tentu saja menyambut baik adanya insentif ini dimana kami juga berterimakasih kepada bapak presiden yang betul-betul konsen terhadap perputaran perekonomian di bidang kepariwisataan,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (22/10/2020).
(Baca juga: Ada Insentif Rp215 Miliar di 13 Bandara, Terbang Bakal Makin Enteng )
Dia meyakini niat baik pemerintah melalui pemberian insentif lewat pembebasan biaya airport tax akan mampu menambah pergerakan wisatawan, terutama wisatawan domestik.
Dengan jumlah anggota Asita mencapai 7.000 travel agent ditambah UMKM di sektor pariwisata, dia optimis pergerakan wisatawan akan meningkat perlahan pada destinasi wisata di seluruh Indonesia.
“Kami mencatat sudah ada pergerakan tiga juta wisatawan di seluruh provinsi. Ini tentu membuat kita optimis, apalagi dengan dukungan pemerintah,” ujarnya.
Lihat Juga :