Sri Mulyani Ingatkan Kemendag Jangan Asal Minta Tambahan Anggaran

Jum'at, 06 Maret 2020 - 06:06 WIB
Sri Mulyani Ingatkan...
Sri Mulyani Ingatkan Kemendag Jangan Asal Minta Tambahan Anggaran
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan Kementerian dan Lembaga jangan hanya meminta tambahan anggaran, namun tidak bisa melakukan serapan anggaran dengan baik. Menurut dia, Kementerian/Lembaga harus melihat apakah serapan anggaran yang selama ini ada sudah maksimal atau tidak.

Salah satu yang menjadi sorotan Sri Mulyani adalah Kementerian Perdagangan. Sorotan ini seiring rendahnya serapan anggaran di Kemendag. Bahkan, Sri Mulyani menegaskan agar Kemendag lebih meningkatkan kinerjanya dibanding hanya meminta tambahan anggaran saja.

"Coba lihat serapannya, jangan pernah minta tambahan anggaran. Coba track record bapak dan ibu sekalian lima tahun, padahal APBN kami juga dalam situasi berat," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Dia pun menekankan dalam mengelola kinerja Kementerian/Lembaga, hal yang penting bukanlah besaran anggaran. Menurut Sri Mulyani, kinerja Kemendag harus berdampak pada sektor riil. Dia pun tidak ingin penambahan anggaran hanya untuk membuat seminar yang justru menambah regulasi.

Selain itu, kata Sri Mulyani, Kementerian/Lembaga harus memperhatikan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA). Yaitu sistem penilaian atas kinerja pelaksanaan anggaran suatu satker yang dikembangkan oleh Kementerian Keuangan.

"Ini bisa kita lihat, semakin bagus serapan anggaran maka kinerja dari Kementerian/Lembaga jadi semakin baik. Jadi kalau sampai Pak Menteri datang, minta anggaran, bapak coba dilihat dulu. Anggarannya tak kasih 100 cuma 87 yang dibelanjakan. Jadi jangan asal minta tambahan. Tapi kalau saya kasih 120 malah melorot itu ke 70 nanti IKPA-nya makin turun," ujarnya.

Sebagai informasi, alokasi anggaran Kemendag pada APBN 2020 sebesar Rp3,57 triliun. Alokasi anggaran ini meningkat dibanding tahun lalu sebesar Rp3,29 triliun. Hanya saja realisasi anggaran Kemendag hanya sekitar 87% saja.

"Jadi poinnya di Kemendag bukan hanya sekadar anggaran tapi membuat kita menjadi institusi yang membuat sektor riil perdagangan menjadi efisien, terukur, dapat diandalkan, dan hemat biaya," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Buat Bayar Vaksin, Sri...
Buat Bayar Vaksin, Sri Mulyani Potong Anggaran Kementerian
Sri Mulyani Beberkan...
Sri Mulyani Beberkan Alasan Kementerian PUPR Dapat Anggaran Paling Jumbo
Sah! Anggaran Kementerian...
Sah! Anggaran Kementerian Keuangan Dipangkas Rp8,9 Triliun
Kementerian Keuangan...
Kementerian Keuangan Tambah Anggaran Rp11 Triliun untuk Penambahan Dana Bansos
Sri Mulyani Blokir Anggaran...
Sri Mulyani Blokir Anggaran Kementerian dan Lembaga Rp50,2 Triliun, Ini Penjelasan Kemenkeu
Sri Mulyani Minta Kementerian...
Sri Mulyani Minta Kementerian dan Lembaga Lebih Kreatif Habiskan Belanja Negara Rp3.061 Triliun
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
23 menit yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
44 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
1 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
1 jam yang lalu
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
2 jam yang lalu
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Anggaran...
10 Negara dengan Anggaran Pertahanan Tertinggi pada 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved