Rupiah Dibuka Terpuruk Sentuh Rp14.267/USD, Dolar AS Menyerah Lawan Euro

Jum'at, 06 Maret 2020 - 10:26 WIB
Rupiah Dibuka Terpuruk...
Rupiah Dibuka Terpuruk Sentuh Rp14.267/USD, Dolar AS Menyerah Lawan Euro
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (6/3/2020) dibuka terkapar untuk kembali menyentuh level Rp14.267/USD. Kejatuhan mata uang Garuda terjadi justru saat dolar AS melanjutkan kerugian saat berhadapan dengan Yen Jepang dan euro.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka merosot menjadi Rp14.267/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah meneruskan tren kejatuhan usai kemarin di posisi Rp14.168/USD.

Sementara Data Yahoo Finance berbanding terbalik dengan menunjukkan rupiah naik tipis pagi ini pada posisi Rp14.167 per USD dengan pergerakan harian Rp14.158-Rp14.177/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal perlawanan rupiah dibandingkan sebelumnya Rp14.170/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange memperlihatkan tren negatif dengan tergelincir menuju Rp14.199/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.175/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.199-Rp14.284/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi ikut terjerembab pada level Rp14.171 per USD. Rupiah terlihat ambruk bila melihat sesi perdagangan sebelumnya Rp14.165/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar AS terlihat tak berdaya terhadap yen dan Euro pada perdagangan hari Jumat. Hal seiring imbal hasil yields obligasi AS menyentuh posisi terendah yang mempengaruhi minat investor.

Euro berada pada posisi 1,1226 saat melawan USD untuk melonjak 0,9% dalam sesi sebelumnya. Pekan ini tercatat euro telah mencetak kenaikan 1,9% dan menjadi keuntungan terbesar sejak Juni 2017.

Sedangkan dolar AS tenggelam ke posisi terendah dalam enam bulan terhadap yen menjadi 105,96. Yen, Euro, dan Swiss Franc didukung oleh negara yang menjalankan surplus eksternal yang kuat, sementara Jepang memiliki keuntungan tambahan sebagai negara kreditor terbesar di dunia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
57 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
59 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved