Tambang China Belum Optimal, Harga Batu Bara Maret Naik ke USD67,08 per Ton

Sabtu, 07 Maret 2020 - 17:55 WIB
Tambang China Belum...
Tambang China Belum Optimal, Harga Batu Bara Maret Naik ke USD67,08 per Ton
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melalui Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 69.K/30 MEM/2020 menetapkan harga jual pasar untuk komoditas batu bara (Harga Batubara Acuan/HBA) bulan Maret 2020 sebesar USD67,08 per ton, naik tipis USD0,19 per ton dibandingkan Februari yang sebesar USD66,89 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, kenaikan HBA bulan Maret 2020 ini salah satunya dipicu oleh tambang batu bara di China yang belum beroperasi optimal setelah periode libur tahun baru Imlek dan merebaknya virus corona sehingga pasokan menjadi berkurang.

"HBA Maret 2020 ini naik tipis, hanya sekitar 0,28%, dikarenakan tambang belum beroperasi pasca-Imlek dan merebaknya virus corona, sehingga pasokan turun. Di sisi lain permintaan dari Jepang, India dan Korea mengalami kenaikan," ujar Agung di Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

HBA bulan Januari akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel). Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, mayoritas harga acuan untuk 20 mineral logam (Harga Mineral Acuan/HMA) juga mengalami fluktuatif harga di bulan Februari 2020. Misalnya, untuk harga nikel turun menjadi USD 14.029,72/dry metric ton (dmt) dari bulan sebelumnya, yaitu USD16.107,27/dmt. Kemudian, kobalt USD33.326,09/dmt, naik dari USD32.361,11/dmt; emas sebagai mineral ikutan: USD1.571,59/ounce, naik dari USD1.536,14/ounce; perak sebagai mineral ikutan: USD17,81/ounce, turun dari USD17,91/ounce.

Besaran HMA ditetapkan oleh menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Batu Bara Masih...
Bisnis Batu Bara Masih Membara, Harganya Diramal Terus Melambung Tinggi
Gara-gara China, Harga...
Gara-gara China, Harga Acuan Batu Bara Turun di Awal Tahun 2022
Batu Bara Kembali Diekspor...
Batu Bara Kembali Diekspor Secara Bertahap
Target Produksi Batu...
Target Produksi Batu Bara Nasional 2022 Capai 663 Juta Ton
China Intervensi, Tren...
China Intervensi, Tren Kenaikan Harga Batu Bara Bakal Berakhir
Harga Batu Bara Melesat...
Harga Batu Bara Melesat di Bulan Juni 2022 Gara-gara India dan China
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
19 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
57 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Jadi Rp10.000 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved