Tindak Aksi Kriminal Migas, Pertamina Proaktif Laporkan ke Penegak Hukum

Senin, 09 Maret 2020 - 16:58 WIB
Tindak Aksi Kriminal...
Tindak Aksi Kriminal Migas, Pertamina Proaktif Laporkan ke Penegak Hukum
A A A
JAKARTA - PT. Pertamina (persero) dinilai sudah melakukan berbagai upaya proaktif dalam mengatasi berbagai tindak kriminal yang berakibat pada kebocoran migas, antara lain dalam menghadapi illegal tapping, illegal drilling dan penyelundupan. Selain itu, menurut Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, M Kholid Syeirazi, BUMN tersebut juga selalu proaktif melaporkan tindak kriminal dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum, termasuk TNI dan Polri.

"Jadi, Pertamina sudah cukup baik. Tinggal didorong lebih aktif lagi,” katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta.

Dalam mengatasi berbagai aksi kriminal migas, Pertamina selalu bekerja sama dengan pihak penegak hukum. Bahkan yang terbaru, Korps Polisi Air dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri menangkap truk pengangkut 55 ton minyak yang diduga dicuri dari Pertamina.

Penangkapan dilakukan di Pelabuhan PT BBJ Cilegon Banten, Kamis (5/3). Hasil pemeriksaan didapat keterangan bahwa minyak ilegal tersebut berasal dari Palembang dan ditampung di Lampung. Hal itu menurut Kholid, memperlihatkan upaya Pertamina cukup besar dalam memberantas berbagai aksi kriminal tersebut.

Dia menambahkan, illegal tapping di berbagai daerah sulit diberantas, sebab, rata-rata para pelaku kecil juga memiliki penampungan atas hasil kriminalitas tersebut. Potensi kerugian akibat illegal tapping, lanjutnya, memang cukup besar, sebab bukan hanya Pertamina yang rugi, tetapi juga seluruh operator yang memiliki pipa.

"Pipa Pertamina memang terbesar, tetapi pipa yang lain juga bisa rugi karena aksi tersebut," kata dia.

Begitu pula dengan illegal drilling, Pertamina juga dinilai telah memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum, apalagi, potensial kerugian illegal drilling sangat besar. "Untuk itu, Kepolisian, Kejaksaan, sebaiknya juga fokus di situ. KPK pun harus ikut," ujarnya.

Kholid menilai Pertamina memang sudah banyak membuka diri sesuai kewenangan yang dimiliki dan melaporkan kepada aparat penegak hukum yang mempunyai kewenangan penindakan. Termasuk pada bagian-bagian yang diduga potensial terjadi illegal tapping, seperti di Palembang, Jambi, dan Riau, potensi illegal tapping-nya besar.

“Pertamina sudah melakukan banyak hal untuk mengatasi aksi tersebut. Butuh di-endorse saja, agar lebih optimal," lanjutnya.

Selain itu, lanjut dia, Pertamina juga tidak usah ragu menyampaikan kepada publik, terutama, jika telah sampai pada upaya penegakan hukum. Penyampaian tersebut justru membuat publik mengerti, bahwa Pertamina sudah melakukan banyak hal untuk mengatasi berbagai aksi yang potensial merugikan keuangan negara.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Deretan Gergasi Migas...
Deretan Gergasi Migas Asing yang Tak Betah di Indonesia
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Intip Strategi Mengejar...
Intip Strategi Mengejar Target Investasi Migas di Tengah Pandemi
Pengganti SKK Migas,...
Pengganti SKK Migas, BUMN dan Lembaga Khusus Bisa Kelola Migas
Status SKK Migas Jadi...
Status SKK Migas Jadi BUMN Khusus Menguat
Wawancara Direktur Utama...
Wawancara Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim:  Memimpin Seperti Ayah dengan Komunikasi Terbuka
Berita Terkini
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
11 menit yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
22 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
1 jam yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
1 jam yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved