Dua Menteri Agus Bersinergi Dorong Ekspor Produk Manufaktur

Selasa, 10 Maret 2020 - 02:22 WIB
Dua Menteri Agus Bersinergi...
Dua Menteri Agus Bersinergi Dorong Ekspor Produk Manufaktur
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melakukan sinergi dalam upaya mendorong ekspor produk manufaktur.

"Kemendag dan Kemenperin bersinergi meningkatkan ekspor nasional. Salah satunya melalui sektor industri yang memperkuat struktur perekonomian Indonesia," kata Menperin Agus Gumiwang di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Kemenperin menilai bahwa Kemendag merupakan mitra utama. Dan Kemenperin memberikan perhatian serius terhadap pengembangan sektor-sektor industri yang berorientasi ekspor khususnya produk manufaktur.

Menurut Agus Gumiwang, pada Januari 2020, nilai ekspor produk industri mencapai USD10,52 miliar atau berkontribusi sebesar 78,45% dari total nilai ekspor nasional sebesar USD13,41 miliar.

Nilai ekspor terbesar diberikan sektor industri makanan dan minuman sejumlah USD2,10 miliar, logam dasar sejumlah USD1,74 miliar, serta tekstil dan pakaian jadi senilai USD1,08 miliar. Sedangkan pada 2019, industri memberikan kontribusi sebesar USD126,57 miliar atau 75,5% dari capaian nilai ekspor nasional.

"Pemerintah terus berupaya membuka akses perluasan pasar ekspor, terutama ke negara-negara nontradisional. Amerika Serikat merupakan negara tujuan utama pengapalan untuk ekspor untuk produk industri atau manufaktur nasional. Negara berikutnya China, Jepang, Singapura, dan India," ujar Agus Gumiwang.

Menperin menambahkan, Kemendag dan Kemenperin harus terus saling bersinergi dalam mendongkrak daya saing produk manufaktur agar bisa kuat di dalam negeri dan menembus kancah internasional.

Selain itu, upaya strategis untuk menggenjot nilai ekspor produk industri nasional yang dilakukan Kemenperin, antara lain dilakukan melalui diversifikasi produk industri unggulan, membuka secara agresif pasar-pasar baru, dan mendorong investasi untuk menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor.

"Kemendag dan Kemenperin juga perlu memanfaatkan peluang adanya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Bagi Kemenperin terbukanya pasar Australia artinya tugas berikutnya adalah mendorong industri otomotif di Indonesia ke pasar ekspor Australia," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekspor Naik 10%, Industri...
Ekspor Naik 10%, Industri Manufaktur Masih Kuat Hadapi Pandemi Covid-19
Kinerja Manufaktur RI...
Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN, Menperin Racik Strategi
Agus Gumiwang Optimis...
Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi
Momen Lebaran, Menperin...
Momen Lebaran, Menperin dan Pelaku Industri Tegaskan Komitmen Genjot Manufaktur
Manufaktur Bisa Tumbuh...
Manufaktur Bisa Tumbuh 2,7% di Kuartal II, Ini Syaratnya
Peluang Ekspor Industri...
Peluang Ekspor Industri Pakaian Jadi Kembali Terbuka
Berita Terkini
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
28 menit yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
1 jam yang lalu
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
2 jam yang lalu
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
6 jam yang lalu
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
6 jam yang lalu
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved