alexametrics

Harga Minyak Dunia Anjlok, PNBP Migas Berpotensi Jeblok

loading...
A+ A-
JAKARTA - Penurunan harga minyak belakangan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Apabila kondisi tersebut berlangsung lama maka akan memukul bisnis hulu migas sehingga dikhawatirkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di sektor hulu migas tidak mencapai target.

“Sektor hulu migas paling terpukul dengan kondisi ini sehingga berpotensi target PNBP tidak mencapai target. Padahal sektor hulu migas menjadi penyumbang terbesar PNBP dalam APBN,” ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Menurut dia, PNBP migas pada 2019 menyumbang APBN sebesar Rp115,1 triliun sementara tahun 2020 ditargetkan mencapai sebesar Rp127,3 triliun. Sebab itu, kata dia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) perlu koordinasi secara intensif dengan pelaku industri hulu migas atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mengantisipasi supaya industri hulu migas tidak terpuruk.



“Melihat kondisi turunnya harga minyak akan memaksa KKKS menahan produksi karena secara keekonomian tidak ekonomis. Apalagi banyak lapangan migas yang mature sehingga butuh biaya perawatan yang cukup besar,” kata dia.

Dia menilai terpukulnya industri hulu migas akibat anjloknya harga minyak dunia tidak menutup kemungkinan besar bakal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). “Kalau kondisi ini berlangsung lama maka industri hulu migas akan melambat. Bahkan dampaknya bisa terjadi banyak PHK,” ujar dia.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top