Sumber Ekonomi, Masa Depan IKM Sangat Menjanjikan

Selasa, 10 Maret 2020 - 23:08 WIB
Sumber Ekonomi, Masa Depan IKM Sangat Menjanjikan
Sumber Ekonomi, Masa Depan IKM Sangat Menjanjikan
A A A
YOGYAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mengangkat potensi industri kecil dan menengah (IKM) di seluruh wilayah Indonesia. Sebab, setiap daerah memiliki berbagai produk keunggulan khas sesuai dengan kekayaan sumber daya alam dan budayanya.

“Indonesia telah memiliki beberapa kota yang telah berkembang IKM-nya, salah satunya adalah IKM yang ada di Yogyakarta,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih pada pembukaan Pameran Kerajinan Jogja Istimewa 2020 di Plasa Industri, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Gati menyebutkan, Yogyakarta memiliki sektor IKM yang variatif, antara lain industri logam mulia, kimia, hasil pertanian, kehutanan dan kerajinan. Daya saing IKM Yogyakarta dinilai telah mampu kompetitif, baik di kancah domestik hingga global, sehingga menjadi barometer perkembangan ekonomi kreatif di Pulau Jawa.

“Secara umum, industri yang terdapat di Yogyakarta adalah industri kecil. Pada kenyataannya, hasil industri di wilayah Yogyakarta, utamanya produk kriya (kerajinan), fesyen dan kuliner telah banyak diminati konsumen luar negeri,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kemenperin memberikan apresiasi kepada para pelaku IKM yang berasal dari Kota Gudeg atas partisipasinya pada Pameran Kerajinan Jogja Istimewa 2020. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jaringan dan pasar mereka.

Pameran yang berlangsung selama empat hari, pada tanggal 10-13 Maret 2020 tersebut, diikuti sebanyak 55 IKM. Mereka berasal dari Kota Yogyakarta (12 IKM), Kabupaten Bantul (15 IKM), Kab. Sleman (17 IKM), Kab. Gunungkidul (5 IKM), dan Kab. Kulonprogo (6 IKM).

Dirjen IKMA menegaskan, pihaknya fokus mengembangkan pelaku IKM, termasuk sektor kerajinan, karena selama ini memberikan kontribusi yang signfikan terhadap perekonomian nasional. “Masa depan IKM sangat menjanjikan dan dapat menjadi sumber ekonomi dengan nilai yang tinggi, karena dalam industri ini sangat sarat dengan gagasan, seni, inovasi, teknologi, serta kekayaan intelektual yang di Indonesia cukup besar potensinya,” paparnya.

Guna memacu inovasi produk IKM kerajinan agar lebih berdaya saing, Ditjen IKMA Kemenperin memiliki berbagai program strategis, antara lain mefasilitasi bantuan mesin dan peralatan industri dalam program restrukturisasi (potongan harga). Selanjutnya, program pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk serta program pemasaran online melalui e-Smart IKM yang telah berjalan selama dua tahun dan bekerjasama dengan marketplaceyang sudah ada.

“Hal ini kami rasa sudah sejalan dengan tantangan industri di masa depan untuk melampaui perjalanan industri yang semakin kompleks, oleh karenanya Kemenperin telah dan akan mengimplementasikan program Making Indonesia 4.0 secara konsisten dari tahapan-tahapan yang ada,” imbuhnya.
(akr)
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
berita/ rendering in 0.7225 seconds (0.1#10.140)