alexametrics

BI Bidik UMKM Jawa Barat Gunakan QRIS

loading...
A+ A-
BANDUNG - Bank Indonesia membidik pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menggunakan Quick Response Indonesian Standard (QRIS). Penggunaan QRIS oleh pelaku usaha, diharapkan meningkatkan uang digital untuk transaksi ritel.

Kepada Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Jawa Barat, Pribadi Santoso, mengatakan pihaknya membidik seluas-luasnya penggunaan QRIS oleh pelaku usaha UMKM. Karena, dengan menggunakan metode pembayaran ini, pedagang dan konsumen sangat dimudahkan.

Pedagang, kata dia, cukup menempelkan satu stiker barcode. Sementara, konsumen yang akan membayar secara digital, hanya perlu melakukan scan barcode dari penyedia jasa sistem pembayaran. Saat ini ada 27 Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang telah memiliki persetujuan menyelenggarakan QRIS. Misalnya Ovo, Gopay, dan sejumlah perbankan.



Santoso mengungkapkan, secara nasional pengguna QRIS di Jabar masuk dalam urutan kedua setelah DKI Jakarta. Pihaknya akan terus berupaya meningkatkan dan mengoptimalkan jumlah pengguna dengan berbagai cara salah satunya sosialisasi ke setiap perguruan tinggi.

"Kalau target jumlah sih tidak ada, tapi kami akan optimalkan yang ada, apalagi jumlah penduduk dan UMKM di Jabar sangat besar, itu bisa dimaksimalkan," kata dia di Bandung, Rabu (11/3/2020).

Dia menyebut dengan QRIS, pihaknya optimis dapat mendorong kemajuan sektor UMKM dan dapat mempercepat akses keuangan bagi pelaku usaha dimanapun. Sehingga membantu peningkatan aktivitas inklusi ekonomi, dimana pelaku usaha tersebut berada.

Bank Indonesia secara nasional menargetkan 15 juta pelaku usaha atau UMKM bisa menggunakan QRIS pada tahun ini. Secara potensi, jumlahnya masih cukup besar, di mana jumlah UMKM di Indonesia diperkirakan 60 juta pelaku usaha.

Sementara itu, pada Pekan QRIS Nasional, hari ini BI Jabar melakukan sosialiasi dan edukasi kepada ratusan merchant di Aula BI Jabar. Seperti seperti Prima Rasa, Bakso Semar, Mie Merapi, Sei Sapi Lengkong, Kokumi Paskal, Coffee Toffee, Ropang Pizza, Warung Sate Maranggi, Justus Steak House dan lainnya. BI juga menghadirkan Gojek sebagai platform digital yang membangun ekosistem UMKM.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar, Herawanto, mengatakan edukasi terus kami lakukan kepada masyarakat dan merchant. Tujuannya agar masyarakat paham bagaimana cara menggunakan QRIS. QRIS digunakan oleh pedagang mikro, kecil, menengah dan besar seperti di pasar tradisional, pasar modern, pedagang keliling, mall, universitas, sekolah, kantin, koperasi dan lainnya.

Saat ini, QRIS telah digunakan oleh 2,7 juta merchant di seluruh provinsi se-Indonesia, di antaranya terdapat 612,883 merchant di Jawa Barat. Selain itu, terdapat 27 Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang telah memiliki persetujuan menyelenggarakan QRIS," beber dia.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top