alexametrics

Dukung Ekonomi Digital, Start Up Lokal Pilih Kembangkan Aplikasi

loading...
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah berupaya menggenjot sektor industri kreatif. Dalam beberapa tahun terakhir, industri kreatif sangat berperan dalam membantu meningkatkan perekonomian nasional.

Pertumbuhan industri ekonomi digital di Indonesia meningkat signifikan dan mencapai 40% setiap tahunnya. Diprediksi hingga 2025, pertumbuhannya berpotensi mencapai USD130 miliar atau setara Rp1.820 triliun (kurs Rp14.000 per USD).

Nilai ekonomi digital di Indonesia mencapai USD40 miliar atau setara Rp560 triliun pada 2019. Sejumlah start up yang dikelola oleh generasi muda, kini semakin agresif ikut ambil bagian dalam ekosistem ekonomi digital. WeKiddo misalnya, mengembangkan platform digital yang dikolaborasikan dengan sektor pendidikan.



Menurut Ferry Irawan, CEO PT WeKiddo Digital Indonesia, aplikasi yang dikembangkan berfungsi sebagai jembatan dan media interaksi antara Sekolah, Guru, Siswa dan Orang Tua yang sangat mudah digunakan dan diakses.

"Dengan aplikasi WeKiddo yang kami kembangkan mampu memindahkan kegiatan belajar di sekolah ke dalam smartphone," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2020).

WeKiddo juga akan terus terlibat dalam pengembangan ekosistem ekonomi digital dan berkolaborasi dengan sektor lainnya.

Menurut Ferry, melalui WeKiddo, guru dapat mengunggah semua materi pembelajaran ke dalam smartphone yang dapat diakses oleh seluruh pelajar, kemudian guru juga dapat memberikan tugas dan proyek yang harus dikerjakan siswa di rumah.

"Karena kegiataan belajar dilakukan di rumah, WeKiddo juga memberikan akses kepada orang tua untuk memantau seluruh kegiatan belajar mengajar yang berjalan di rumah," paparnya.

Saat ini, Wekiddo sudah dikenalkan dan dipakai oleh 42 lembaga pendidikan di Jakarta dan Bogor. "Kami berharap aplikasi yang kami kembangkan ini bisa menjadi solusi," paparnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top