Soal Omnibus Law, REI Sebut Investor Properti Butuh Kepastian bukan Kemudahan

Kamis, 12 Maret 2020 - 19:17 WIB
Soal Omnibus Law, REI...
Soal Omnibus Law, REI Sebut Investor Properti Butuh Kepastian bukan Kemudahan
A A A
JAKARTA - Real Estate Indonesia (REI) menilai soal kehadiran Omnibus Law, industri properti membutuhkan kepastian yang lebih besar. Ketua Umum Dewan Pimpinan REI periode 2019-2022 Paulus Totok Lusida mengatakan, selama ini pihak DPP secara prosedur sudah mengajukan ke pemerintah agar industri properti menjadi salah satu prioritas dalam omnibus law.

"Bukan kemudahan, tapi omnibus law memberikan kepastian. Investor bukan membutuhkan kemudahan, tapi kepastian," ujar Totok kepada SINDOnews di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Menurutnya dalam industri properti terdapat tujuh pilar yang harus dilaksanakan bersama-sama. "Ada pilar regulasi dan kepastian hukum, tata ruang, infrastruktur, perpajakan, perbankan dan pembiayaan, pertanahan, pendidikan dan pelatihan (diklat). Sebagian besar pilar itu sudah masuk dalam omnibus law," terang Totok.

Dari segi perbankan, Ia mengatakan relaksasi sudah cukup banyak dari Bank Indonesia. Namun dari segi perpajakan, sebagian masuk omnibus law dan sebagian bisa menggunakan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). "Menurut saya, dari segi perpajakan butuh regulasi yang sampai sekarang belum dikeluarkan Menkeu, yaitu terkait wajib pajak," imbuh Totok.

Sambung dia menambahkan, terdapat 80% warga Indonesia belum melaksanakan lapor pajak dengan benar, sementara transaksi properti sekarang sudah melalui online. Ia menuturkan bahwa soal wajib pajak ini harus segera dipertimbangkan, karena hal ini tidak akan berimbas hanya ke industri properti, tapi ke sektor-sektor usaha lainnya.

"Kalau SPT nya belum benar, ini akan menjadi hambatan. Saya pernah sarankan tax amnesty tapi tidak disetujui, beliau (Menkeu) sebaliknya menyarankan sunset policy, supaya wajib pajak tidak merasa berat," ungkap Totok.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Simalakama Omnibus Law’...
Simalakama 'Omnibus Law’ Cipta Kerja
Menimbang Omnibus Law...
Menimbang Omnibus Law Cipta Kerja
Susun Turunan Omnibus...
Susun Turunan Omnibus Law, Kiai Ma'ruf Minta Juragan Properti Dilibatkan
Ngenes, Orang Asing...
Ngenes, Orang Asing Bisa Miliki Rumah Susun di Indonesia
Jika Pelaksanaan UU...
Jika Pelaksanaan UU Ciptaker Berjalan Benar, Kondisi Indonesia Akan Membaik
RUU Omnibus Law Bolehkan...
RUU Omnibus Law Bolehkan Warga Asing Miliki Properti
Berita Terkini
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
12 menit yang lalu
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
25 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
1 jam yang lalu
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
2 jam yang lalu
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
2 jam yang lalu
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved