Sri Mulyani Minta Jajarannya Gerak Cepat Antisipasi Penurunan Ekonomi

Jum'at, 13 Maret 2020 - 11:36 WIB
Sri Mulyani Minta Jajarannya...
Sri Mulyani Minta Jajarannya Gerak Cepat Antisipasi Penurunan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk berpikir keras menghadapi situasi ekonomi global saat ini. Tujuannya mengurangi dampak negatif dari kondisi global di tengah penyebaran virus korona (Covid-19).

Dengan melihat pengalaman masa lalu dan kondisi perekonomian negara lain, kata dia, bisa dijadikan pelajaran untuk mengantisipasi memburuknya ekonomi nasional dalam beberapa waktu ke depan.

"Dari sisi penerimaan negara, apa yang bisa dilakukan hari ini? instrumen tersebut bisa untuk menolong ekonomi dan masyarakat kita yang pasti terdampak dari penerimaan global," ujar Sri Mulyani saat pelantikan pejabat eselon II Kemenkeu di kantornya, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Dari sisi belanja, Sri Mulyani menyebut beberapa bagian seperti belanja Kementerian/Lembaga dan belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) bisa dimaksimalkan untuk mengurangi dampak perekonomian yang menurun.

"Agar belanja benar-benar efektif dirasakan masyarakat, digunakan untuk paling prioritas apalagi tekanan negara sangat besar. Penting bagi kita belanja itu untuk yang prioritas dan belanja itu betul bermanfaat bagi masyarakat dan dalam dorong ekonomi," ucapnya.

Dari sisi pembiayaan, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini meminta untuk diadakan beragam inovasi untuk melihat pasar secara cermat, baik di dalam maupun luar negeri.

"Dalam suasana market sangat bergejolak akhir-akhir ini kita dituntut untuk berikan guidance, kita dituntut berikan leadership, clarity, karena justru dalam situasi ini semua akan melihat kepada pemerintah dan dalam hal ini Kemenkeu menjadi salah satu institusi yang akan dilihat," kata dia.

Oleh karena itu, dia menyebut pentingnya untuk merapatkan barisan dengan meneliti instrumen policy regulasi meneliti kondisi saat ini uang berkembang cepat. Pasalnya, situasi saat ini tidak hanya bisa diatasi oleh satu unit Kementerian/Lembaga atau satu lokasi pemerintahan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Revisi Lagi, Menkeu:...
Revisi Lagi, Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Minus 5,08%
Sri Mulyani Pede Pertumbuhan...
Sri Mulyani Pede Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2020 Capai 4,5%
Sri Mulyani Proyeksi...
Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5% di Kuartal I/2020
Sri Mulyani Bersiap...
Sri Mulyani Bersiap Hadapi Kejatuhan Ekonomi RI di Kuartal II/2020
Sri Mulyani Ramal Ekonomi...
Sri Mulyani 'Ramal' Ekonomi RI Tumbuh Minus di Semester I-2020
Sri Mulyani Sebut Ekonomi...
Sri Mulyani Sebut Ekonomi Dunia Bakal Dramatis
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
11 menit yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved