alexametrics

Alami Lonjakan Harga, Tiga Komoditas Pangan Jadi Perhatian Khusus

loading...
A+ A-
JAKARTA - Tiga komoditas pangan (gula pasir, bawang putih, dan bawang bombay) mengalami lonjakan harga. Pemerintah memberikan perhatian khusus pada ketiga komoditas ini mengingat stoknya terbatas.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengungkapkan harga kebutuhan pokok relatif stabil. Namun, untuk komoditas gula pasir, bawang putih, bawang bombay menjadi perhatian khusus mengingat harganya naik dan stoknya terbatas.

Berdasarkan pantauan Kementerian Perdagangan (Kemendag) per 17 Maret, harga gula pasir mengalami kenaikan sekitar 20% menjadi sekitar Rp17.000 per kg. “Harga ini 36% di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” ujar Agus Suparmanto di Jakarta kemarin.



Mendag mengakui bahwa terjadi kelangkaan pasokan gula, yang pada akhirnya membuat harga gula melambung 36% lebih tinggi daripada HET. “Stoknya terjadi kelangkaan sekitar 100.000 ton per hari ini,” kata Mendag.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggrijono mengatakan, untuk mengisi ketersediaan gula di pasar ritel, Kemendag bersama seluruh ritel modern dan produsen gula sepakat untuk mendistribusikan 33.000 ton gula. “Kami telah meminta kepada pelaku usaha untuk menggelontorkan 33.000 ton untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya di pasar ritel,” kata Veri.

Veri mengatakan, Kemendag bersama satuan tugas (satgas) pangan pusat dan satgas pangan daerah telah melakukan pengawasan, termasuk mengambil langkah-langkah pemeriksaan gudang distributor sebagai upaya dalam mengatasi kenaikan harga GKP.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto menambahkan, upaya tersebut juga diharapkan mampu mengembalikan harga gula hingga Rp12.500 per kg sebagaimana HET yang telah ditetapkan. “Tadi pagi kami sudah rapat bersama seluruh ritel modern, juga produsen gula dalam rangka memproduksi raw sugar menjadi gula. Menurut laporan mereka, pada akhir bulan sudah bisa didistribusikan,” ujar Suhanto.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengungkapkan, melonjaknya harga gula lantaran berkurangnya pasokan ke pasar. Karena itu, Bulog melakukan kebijakan pembatasan pembelian gula pasir oleh konsumen sebanyak 2 kg.

Tri Wahyudi mengatakan pendistribusian yang cukup lama membuat ketersediaan gula semakin menipis. Pendistribusian ini memakan waktu dua minggu. “Saat ini pasokan gula masih dalam perjalanan,” ujarnya saat operasi pasar di Jakarta kemarin.

Sementara itu, harga rata-rata nasional bawang putih saat ini sudah mengalami penurunan, namun masih tinggi dibandingkan bulan lalu, yaitu sekitar Rp42.000 per kg. Sementara harga bawang bombay mengalami kenaikan yang tidak normal melebihi 100%.

Guna mengantisipasi terus melonjaknya harga bawang putih dan bawang bombay, Kemendag membebaskan persetujuan impor (PI) untuk kedua komoditas tersebut. Pelaku usaha yang telah memiliki izin impor umum tidak perlu lagi mengajukan rekomendasi impor terhadap kedua komoditas tersebut kepada Kemendag.

Mendag menuturkan, relaksasi impor bawang putih dan bawang bombay mulai berlaku hari ini hingga 31 Mei 2020. Kebijakan ini ditempuh untuk jangka pendek. “Untuk menjaga kondisi stok, kita akan membebaskan persetujuan impor untuk komoditas bawang putih dan bawang bombay,” ujar Mendag.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, terhitung Jumat (13/3) importasi bawang putih sudah masuk 11.336 ton. “Ini akan terus-menerus masuk. Pekan depan akan masuk 200 kontainer, dan akan meningkat di bulan-bulan selanjutnya sampai dengan 400 kontainer per minggu, itu bawang putih,” jelasnya.

Sementara untuk bawang bombay, sudah dikeluarkan izin impor 31.000 ton. Wisnu menuturkan, bawang bombay sudah masuk bertahap hingga saat ini sekitar 156 ton. “Minggu ini juga akan masuk 5 sampai 6 kontainer, karena bawang bombay ini kebutuhannya lebih sedikit dibandingkan bawang putih. Dan minggu selanjutnya, juga akan masuk 5-6 kontainer," tandasnya.

Di tempat terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan stok beras untuk kebutuhan puasa dan lebaran mendatang aman dan terkendali. Stok ini bahkan mampu mencukupi kebutuhan warga selama menjalani pembatasan sosial atau masa penanganan penyebaran Covid-19 dengan pola Work From Home.

“Stok beras kita tiga juta ton. Lalu di akhir Maret-April, kita akan panen lagi. Kalau semua berjalan lancar akan ada tambahan sebesar delapan juta ton. Untuk itu, stok beras kita sangat aman,” kata Mentan saat mengunjungi Food Stasion Tjipinang Raya, Jakarta, kemarin. (Oktiani Endarwati/Rina Anggraeni/ant)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top