Mendag Pastikan HET Gula Tak Berubah Rp12.500 per kg

Selasa, 28 April 2020 - 16:34 WIB
loading...
Mendag Pastikan HET...
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan tidak akan mengubah regulasi Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gula yakni di tingkat konsumen HET sebesar Rp12.500 per kg. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan tidak akan mengubah regulasi Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gula. Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto mengatakan hal ini berdasadkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2018, harga acuan pembelian gula di petani ditetapkan sebesar Rp9.100 per kg, sementara di tingkat konsumen HET sebesar Rp12.500 per kg.

"Untuk sementara ini kita tidak akan ada penyesuain HPP (biaya produksi). Apabila kita naikkan akan terjadi inflasi," ujar Mendag Agus di Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Dia menjelaskan salah satu alasan Kemendag tak merevisi regulasi karena biaya produksi masih di bawah aturan yang ditetapkan. Selain itu, biaya produksi masih cukup terjangkau. "Jadi ini masih bisa produksi, termasuk tetap masih bisa terjangkau," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui harga gula konsumen mengalami kenaikan bahkan hingga mencapai Rp17.000/kg. Berdasarkan temuan dari Satuan Tugas (Satgas) Pangan, kenaikan harga gula dikarenakan di tingkat pelelangan gula harganya telah mencapai Rp12.000/kg sehingga harga ke distributor pun tinggi.

"Berkat kerja sama Satgas Pangan ditemukan adanya pelelangan sebesar Rp12.000. Nah ini sehingga menimbulkan harga ke distributor Rp15.000, dan agen lebih dari Rp15.000, dan ujungnya di pasaran sekitar Rp17.000/kg, kurang lebih seperti itu," kata Ketua Satgas Pangan Brigjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
4.000 Tenaga Kerja Terampil...
4.000 Tenaga Kerja Terampil Ditargetkan Didukung Ekosistem Vokasi Industri
Indonesia Larang Impor...
Indonesia Larang Impor Beras, Gula, dan Jagung Mulai 2026
Setelah Beras, Indonesia...
Setelah Beras, Indonesia Targetkan Swasembada Susu dan Gula
Jangan Tertipu Label...
Jangan Tertipu Label Low Sugar! Menkes Jelaskan Efek Pemanis Buatan pada Tubuh
Pasien Diabetes Tidak...
Pasien Diabetes Tidak Boleh Konsumsi Gula, Mitos atau Fakta?
Kenapa saat Puasa Kita...
Kenapa saat Puasa Kita Ingin Makan dan Minum yang Manis? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Rekomendasi
Mathew Baker Cetak Sejarah...
Mathew Baker Cetak Sejarah Jadi Pemain Termuda di Timnas Indonesia
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved