Rupiah Diprediksi Masih Melemah
Kamis, 19 Maret 2020 - 08:49 WIB
Rupiah Diprediksi Masih Melemah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis ini diprediksi melanjutkan pelemahan. Dalam perdagangan di pasar spot, Rabu lalu, rupiah terkapar 50 poin atau 0,33% menjadi Rp15.222 per USD.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan sentimen negatif pada rupiah dikarenakan pasar saham Asia yang masih negatif.
"Tapi tidak semua aset berisiko bergerak positif pagi ini. Hanya indeks Nikkei yang terlihat positif. Indeks saham Asia lain seperti Hong Kong, China dan Korea masih negatif pagi ini," ujar Ariston di Jakarta, Kamis (19/3/2020).
Dia melanjutkan sejumlah bank sentral negara yang terdampak corona berkomitmen meluncurkan program stimulus tambahan seperti Bank Sentral Jepang dan Eropa.
"Bank Sentral Eropa akan meluncurkan program pembelian aset atau obligasi sebesar 750 miliar euro. Sementara BOJ berniat memperbesar stimulus yang sekarang sedang berjalan.
Dia menegaskan tekanan untuk rupiah kemungkinan masih bisa berlanjut hari ini. "Kurs rupiah masih melemah dengan potensi di kisaran Rp15.250-Rp15.500 per USD," ulasnya.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan sentimen negatif pada rupiah dikarenakan pasar saham Asia yang masih negatif.
"Tapi tidak semua aset berisiko bergerak positif pagi ini. Hanya indeks Nikkei yang terlihat positif. Indeks saham Asia lain seperti Hong Kong, China dan Korea masih negatif pagi ini," ujar Ariston di Jakarta, Kamis (19/3/2020).
Dia melanjutkan sejumlah bank sentral negara yang terdampak corona berkomitmen meluncurkan program stimulus tambahan seperti Bank Sentral Jepang dan Eropa.
"Bank Sentral Eropa akan meluncurkan program pembelian aset atau obligasi sebesar 750 miliar euro. Sementara BOJ berniat memperbesar stimulus yang sekarang sedang berjalan.
Dia menegaskan tekanan untuk rupiah kemungkinan masih bisa berlanjut hari ini. "Kurs rupiah masih melemah dengan potensi di kisaran Rp15.250-Rp15.500 per USD," ulasnya.
(ven)