Penuhi Protein Hewani, Kementan Tambah Jumlah Kambing Saanen

Jum'at, 27 Maret 2020 - 13:57 WIB
Penuhi Protein Hewani,...
Penuhi Protein Hewani, Kementan Tambah Jumlah Kambing Saanen
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya memenuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat, salah satunya adalah dengan menambah populasi bibit Kambing Saanen di salah satu unit pelaksana teknis (UPT) miliknya, yakni Balai Besar Perbibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU HPT) Baturraden.

"Pada akhir tahun 2019, BBPTU HPT Baturaden telah mendatangkan Kambing Saanen dari Australia sebanyak 207 ekor, yang terdiri dari kambing jantan 16 ekor dan kambing betina 191 ekor," jelas Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita di Jakarta, (27/03/2020).

Menurutnya, hal tersebut dilakukan dalam rangka memenuhi permintaan dari peternak yang cukup besar. Selama ini, BBPTU-HPT Baturaden baru dapat memenuhi sebanyak 25% dari permintaan yang ada. Pengadaan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah populasi dan produksi bibit yang dihasilkan BBPTU HPT Baturraden sehingga mampu memenuhi permintaan bibit Kambing Saanen.

"Sejalan dengan arahan bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kita terus giatkan pemenuhan kebutuhan produksi ternak, agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BBPTU HPT Baturraden, Sintong Hutasoit menjelaskan bahwa Kambing Saanen adalah jenis kambing perah yang memiliki tubuh besar. Ternak jantannya bisa mempunyai berat kira-kira 90 kg dan betina 60kg. Kambing Saanen betina dapat memproduksi susu sampai 3,8 liter per hari, dengan kandungan lemak susu mencapai 2,5% – 3%.

"Kambing Saanen ini dipelihara sebagai kambing perah yang semakin popular di Indonesia. Per tahun nya kambing Saanen betina dapat menghasilkan anak 1 – 2 ekor," jelas Sintong.

Ia kemudian menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat untuk beternak kambing perah mengalami peningkatan, baik dari peternak yang baru mencoba membuka usaha, ataupun penambahan populasi dari peternak yang sudah berkembang.

"Saat ini sudah banyak perkawinan sedarah (inbreeding) antar Kambing Saanen dan PE, sehingga perlu ada penggantian Kambing Saanen untuk grading up dan meningkatkan efisiensi usaha ternak kambing," ucapnya.

Sintong berharap dengan pengadaan Kambing Saanen tersebut diharapkan terjadi peningkatan mutu bibit kambing perah, khususnya Saanen sekaligus mengurangi terjadinya inbreeding.

Ia mengungkapkan bahwa populasi Kambing Saanen yang dimiliki BPTU-HPT Baturraden sebanyak 577 ekor yang terdiri dari 130 ekor kambing jantan dan 447 ekor kambing betina.

“kami sudah mulai melakukan seleksi-afkir terhadap kambing Saanen. Kambing yang diafkir akan digantikan dengan kambing yang baru tersebut,” lanjutnya. Dengan demikian hanya kambing terseleksi yang berkualitas unggul saja yang digunakan sebagai produsen bibit ternak..

Sintong mengakui tidaklah mudah mengembangbiakkan Kambing Saanen di lingkungan beriklim tropis, mengingat kambing ini berasal dari daerah subtropis. Oleh karena itu BPTU- HPT Baturraden harus melakukan manajemen pemeliharaan untuk kenyamanan kambing Saanen sehingga produktifitasnya baik.

Dilansir dari doktersehat.com, disebutkan bahwa susu kambing sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang, mengobati diabetes, mengobati gangguan pernapasan, mengobati peradangan kulit menahun (psoriasis), mencegah penyakit syaraf, meningkatkan system kekebalan tubuh, meningkatkan produksi ASI, membantu meningkatkan kecerdasan, dan lebih mudah dicerna dalam tubuh.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perkuat Kolaborasi,...
Perkuat Kolaborasi, Kementan Tingkatkan Investasi Komoditas Perkebunan Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Pastikan Benih Bermutu,...
Pastikan Benih Bermutu, Kementan Uji DNA Benih Tanaman Sebelum Disalurkan ke Petani
Kementan Dukung Ketersediaan...
Kementan Dukung Ketersediaan Hewan Kurban dan Pangan Strategis di Jakarta
Kementan Kaji Penerapan...
Kementan Kaji Penerapan SNI untuk Klinik Hewan
Hadapi Krisis Pangan,...
Hadapi Krisis Pangan, Kementan Tak Biarkan Sejengkal Tanah Nganggur
Guru Besar IPB Nilai...
Guru Besar IPB Nilai Transformasi Tata Kelola Pupuk Subsidi Pemerintah Tepat
Berita Terkini
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
1 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
1 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
3 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
5 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
7 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
8 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Anggota NATO...
5 Negara Anggota NATO dengan Jumlah Tentara Terbanyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved