Antisipasi Lockdown, Item APBN Ini Bisa Direalokasi Demi Lawan Corona

Senin, 30 Maret 2020 - 21:31 WIB
Antisipasi Lockdown,...
Antisipasi Lockdown, Item APBN Ini Bisa Direalokasi Demi Lawan Corona
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng membeberkan sejumlah item dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 yang bisa direalokasi untuk penanganan Pandemi Covid-19 atau virus corona. Anggaran itu dapat digunakan terutama jika pemerintah menerapkan lockdown atau Karantina Wilayah.

Salah satu item yang dimaksudnya adalah anggaran dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebesar Rp131,2 triliun. Selain itu, dari anggaran untuk Ketertiban dan Keamanan yang mencapai Rp162, 7 triliun.

"Ini bisa direalokasikan sesuai dengan prioritas kegiatannya untuk menambah anggaran di fungsi kesehatan dan perlindungan sosial," ujar Mekeng dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (30/3/2020).

Dia melanjutkan, realokasi juga bisa diambil dari belanja barang dan modal sesuai prioritas yang totalnya mencapai Rp523,9 Triliun. Kemudian, realokasi dapat dilakukan dari belanja honorarium, perjalanan dinas dan paket rapat, pembatasan Rapat Dalam Kantor (RDK) dan konsinyering bagi Kementerian dan Lembaga (K/L) serta melakukan penundaan belanja modal yang sifatnya tidak strategis.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, realokasi anggaran bisa juga dilakukan dengan memperhatikan belanja yang dilakukan oleh kementerian atau lembaga. Adapun caranya kata dia, dengan menentukan prioritas kegiatan yang dapat dilakukan penundaan tanpa mengganggu kinerja dari masing-masing kementerian dan lembaga.

Dalam cluster ini, bisa dilakukan realokasi anggaran di Kemhan sebesar Rp131,18 Triliun dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp120,2 Triliun. Mekeng juga membeberkan di Kemhan ada Rp14 Triliun yang bisa direlokasi dari dana program modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

Sedangkan sejumlah pos di Kementerian PUPR yang bisa direalokasi, di antaranya program pembinaan dan pengembangan infrastruktur pemukiman sebesar Rp22 Triliun, program penyelenggaraan jalan Rp42 Triliun, program pengelolaan SDA sebesar Rp 43 Triliun dan dan program pengembangan perumahan sebesar Rp8 Triliun.

Dia melanjutkan, pemerintah juga bisa melakukan negosiasi untuk melakukan restrukturisasi pembayaran bunga utang. Total beban pembayaran bunga utang pada APBN 2020 mencapai Rp 292,3 Triliun. "Pemerintah melakukan negosiasi bilateral maupun multilateral," katanya.

Di samping itu, kata Mekeng, penggunaan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) APBN 2019 yang diperkirakan sebesar Rp46,4 Triliun juga dapat digunakan secara optimal untuk penanggulangan wabah corona. Dia mengatakan, selain sisi kesehatan dan ekonomi, sisi keamanan juga harus menjadi perhatian dalam menghadapi wabah corona, karena dapat menimbulkan konflik sosial di masyarakat.

Maka itu, menurut dia, anggaran operasional untuk menjaga keamanan dari TNI dan Polri juga harus menjadi perhatian pemerintah. "Dengan realokasi anggaran, restrukturisasi pembayaran bunga utang, maupun SiLPA 2019 ke peningkatan Belanja Sosial, diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi wabah corona dengan mekanisme Bantuan Langsung Tunai (BLT)," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, anggaran tersebut juga dapat digunakan untuk memproduksi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat penunjang kesehatan lainnya dengan mengalihfungsikan pabrik-pabrik yang ada. "Pada industri yang pabriknya tidak berproduksi karena melemahnya permintaan, untuk memproduksi kebutuhan APD dan alat kesehatan," imbuhnya.

Dia berpendapat, realokasi anggaran atau bahkan pemotongan anggaran yang tidak urgent adalah kebijakan yang paling tepat saat ini, ketimbang melakukan skenario menambah utang negara yang sudah besar.

Kata dia, pemerintah juga harus intensif bekerja sama dan berkordinasi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk membuat kebijakan-kebijakan yang terintegrasi dalam menghadapi ketidakpastian di sektor keuangan, sehingga memberikan kepastian dan kepercayaan bagi pelaku usaha di industri keuangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Ini Kerangka Rancangan...
Ini Kerangka Rancangan APBN 2021
Kemendagri dan BKKBN...
Kemendagri dan BKKBN Bahas Implementasi Anggaran DAK KB 2025
Kementerian ATR/BPN...
Kementerian ATR/BPN Minta Tambah Anggaran Rp3,6 Triliun di 2026, Buat Apa?
Purbaya Matangkan Skenario...
Purbaya Matangkan Skenario Efisiensi, Anggaran Kementerian Dipotong Besar-besaran
CBA Kritisi Anggaran...
CBA Kritisi Anggaran Penanggulangan COVID-19 Berubah-ubah
Berita Terkini
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
20 menit yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
1 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
1 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
2 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Singa Lawan Harimau...
Singa Lawan Harimau Siapa yang Menang? Ini Jawabannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved