alexametrics

Manfaatkan Anjloknya Harga Minyak, Pertamina Tambah Impor BBM

loading...
A+ A-
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memanfaatkan tren penurunan harga minyak dengan menambah impor minyak mentah maupun produk bahan bakar minyak (BBM). Tambahan impor tersebut guna menjamin ketersediaan pasokan energi nasional.

“Tambahan impor minyak mentah ini akan meningkatkan ketersediaan minyak mentah di dalam negeri yang akan di olah di kilang Pertamina. Sementara tambahan impor produk akan memanfaatkan storage yang tersedia baik di darat maupun floating storage,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Meski begitu, Pertamina belum merinci secara detail terkait jumlah impor tersebut. Pasalnya, saat ini masih dalam proses pengadaan. Sementara, berdasarkan laporan fungsi keuangan Pertamina impor minyak mentah perusahaan sepanjang tahun lalu mencapai 87 juta barel dengan nilai sebesar USD5,7 miliar. Sedangkan impor produk BBM sepanjang 2019 lalu mencapai 128,4 juta barel dengan nilai USD8,8 miliar.



Tidak hanya itu, untuk menjamin ketersediaan energi nasional, Pertamina juga menyerap dari industri hulu migas di dalam negeri (Kontraktor Kontrak Kerja Sama/KKKS). “Pembelian crude tersebut diperoleh baik dari bagian pemerintah (government take), anak usaha Pertamina maupun KKKS,” kata dia.

Berdasarkan laporan Pertamina, sampai akhir Februari 2020 total minyak mentah dalam negeri yang diserap mencapai 669 MMBD atau sekitar 92% dari produksi minyak mentah nasional.

Tim Harga Minyak Indonesia sebelumnya telah menetapkan harga acuan minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada Maret 2020 sebesar USD34,23 per barel atau turun 39,5% dibandingkan Februari 2020 sebesar USD56,61 per barel.

Penurunan harga minyak mentah tersebut salah satunya akibat dari kebijakan karantina wilayah di sejumlah negara karena dampak meluasnya wabah Covid-19. Selain itu, pembatasan perjalanan atau travel restriction antar negara juga berakibat menurunnya permintaan minyak mentah di pasar global.

Tim Harga Minyak Indonesia juga melaporkan perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Maret 2020 dibandingkan bulan Februari 2020.

Untuk minyak jenis Brent turun sebesar USD23,61 per barel dari USD55,44 per barel menjadi USD31,83 per barel. Selanjutnya, WTI (Nymex) turun sebesar USD20,09 per barel dari USD50,54 per barel menjadi USD30,45 per barel.

Kemudian, Basket OPEC turun sebesar USD21,03 per barel dari USD55,49 per barel menjadi USD34,46 per barel dan Brent (ICE) turun sebesar USD21,75 per barel dari USD55,48 per barel menjadi USD33,73 per barel.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top