alexametrics

Indeks Kembali Tertekan, Momentum Investasi Jangka Panjang

loading...
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali ditutup melemah pada level 4.778,63 atau turun 33,18 poin (0,69%) dari penutupan sebelumnya di level 4.811,82. Indeks sempat menyentuh level tertinggi yakni pada level 4.975,53 dan level terendah di 4.721,72.

Chief Economist Tanamduit Ferry Latuhihin memperkirakan, pasar modal masih akan mengalami volatilitas hingga Juni 2020 nanti. Karena menurutnya sampai saat ini belum bisa diketahui kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir, walaupun beberapa prediksi menyatakan tren di Indonesia melandai pada April atau Mei. Namun menurutnya Investor harus memanfaatkan momentum saat ini untuk tujuan investasi jangka panjang.

"Dalam tiga tahun ke depan saya optimistis IHSG akan kembali ke level 6.000 sebagai steady state nya. Ini harus dimanfaatkan untuk strategi investasi jangka menengah panjang," ujar Ferry di Jakarta.



Dia menjelaskan, strategi ini akan menguntungkan untuk tujuan investasi jangka menengah panjang. Menurutnya IHSG dalam perhitungan terparahnya tetap akan balik ke level 6.000 setelah tiga tahun.

"Ini berarti dalam tiga tahun anda masih bisa mengharapkan keuntungan kurang lebih 30%. Ini tentunya jauh lebih menarik dari bunga deposito. Tapi Investor harus sadari risiko saham yang setiap hari berfluktuasi," ujarnya.

Lebih lanjut dia juga mengingatkan kondisi setelah corona berakhir. Perekonomian belum bisa diharapkan akan segera tancap gas lagi. Masyarakat masih trauma dan beradaptasi.

Perekonomian di berbagai negara juga tentu tertekan. GDP Amerika Serikat diperkirakan akan mengalami kontraksi sebesar 10 - 20% tahun ini dan tingkat pengangguran akan mencapai angka di atas 10%, bahkan 15-20%.

"Ratusan ribu perusahaan di China diketahui bangkrut akibat lockdown yang lalu. Semua bursa saham di dunia akan mengalami tekanan jual karena efek corona sangat masif," ujarnya.

Pengamat pasar modal dari LBP Institue Lucky Bayu Purnomo memprediksi IHSG masih akan mengalami kenaikan terbatas karena tren market global. Pekan ini IHSG diperkirakan bergerak ke level 4.875. Sentimen positif yang mendorong adalah kenaikan harga minyak dunia dan emas.

"Karena itu sektor menarik adalah komoditas dan tambang dan hindari sektor ritel dan properti di saat penerapan PSBP yang mengurangi orang berbelanja," ujar Lucky.

Selama sebulan terakhir, investor terus dibayangi oleh rasa was-was melihat pergerakan pasar finansial. Dalam kondisi pasar dengan volatilitas yang sangat tinggi, tentu investor khawatir, bingung, dan panik tidak tahu apa yang harus dilakukan pada portofolio investasinya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top