Asing Beli Bersih Capai Rp3,73 Triliun dalam Sepekan, Perbankan Masih jadi Incaran

Minggu, 11 September 2022 - 09:06 WIB
loading...
Asing Beli Bersih Capai Rp3,73 Triliun dalam Sepekan, Perbankan Masih jadi Incaran
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/9/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww
A A A
JAKARTA - Investor asing terpantau melakukan aksi pembelian di pasar saham dengan jumlah cukup signifikan sepanjang pekan ini. Tak tanggung-tanggung, nilai bersih atau net buy mencapai Rp3,73 triliun di seluruh market, kendati masih lebih rendah dari dominasi investor lokal.

Optimisme asing tersebut mengimbangi foreign outflow yang terjadi di pasar obligasi, di mana menurut catatan Bank Indonesia pada pekan kedua September terjadi transaksi jual neto di pasar surat berharga negara (SBN) sebanyak Rp5,37 triliun.

Berdasarkan data RTI, dikutip Minggu (11/9/2022), tiga terbesar pembelian asing ditujukan kepada sejumlah emiten bluechip dari sektor perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Tak ketinggalan, sektor infrastruktur dan energi juga menjadi idaman asing.

Baca juga: Mengukur Emiten Pencetak Cuan Tertinggi buat Investor

Sementara dari sisi penjualan, asing tampak mendulang cuan dari sektor yang beragam baik dari sektor konsumsi hingga bahan baku.

Total nilai net-buy asing pekan ini menambah jumlah pembelian mereka secara year to date atau sepanjang tahun ini sebesar Rp71,41 triliun.

Berikut adalah lima saham yang diborong dan dilepas investor asing di pasar reguler pada periode 5 - 9 September 2022, beserta kinerja emiten dalam sepekan:

Net Foreign Buy:
1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp969,8 miliar. BBRI naik 3,60% di Rp4.610.

2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp840,4 miliar. BBCA tumbuh 1,82% di Rp8.375.

3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebanyak Rp638,3 miliar. BMRI menanjak 2,54% di Rp9.075.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0982 seconds (10.55#12.26)