Menteri Edhy Prabowo: Tolong Jangan Ada PHK di Sektor Perikanan

Rabu, 08 April 2020 - 15:15 WIB
Menteri Edhy Prabowo:...
Menteri Edhy Prabowo: Tolong Jangan Ada PHK di Sektor Perikanan
A A A
JAKARTA - Imbas pandemi Covid-19 menjalar ke semua sektor dan mengancam kelangsungan bisnis perusahaan, tidak terkecuali perikanan. Lantaran itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta para pengusaha perikanan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Tolong jangan ada PHK," kata politis Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu dalam keterangan tertulis yang diterima SINDONews.com, Rabu (8/4/2020).

Permintaan itu disampaikan Edhy kepada para pelaku usaha perikanan di Pelabuhan Perikanan samudera Nizam Zachman, Jakarta Utara. Tak lupa, Edhy meminta para pekerja, seperti anak buah kapal (ABK) tetap menggunakan masker dan rajin cuci tangan agar terhindar dari virus Sars Cov-II.

KKP tidak hanya bicara untuk tidak melakukan PHK, tapi mengusahakan hasil perikanan tangkap dan budidaya para pengusaha itu dapat diserap pasar. "Sehingga nelayan, pembudidaya dan pelaku usaha tak rugi dan produksi tetap berjalan. Pihaknya juga sudah mempermudah izin sektor perikanan tangkap menjadi lebih cepat dan efisien melakui aplikasi SILAT," tuturnya.

SILAT merupakan aplikasi daring untuk mengajukan surat izin usaha perdagangan (SIUP), surat izin penangkapan ikan (SIPI), dan surat izin kapal pengangkut ikan (SIKPI). "Kemudahan izin sudah kami beri, ada aplikasi SILAT. Apa lagi yang bisa membantu proses produksi lebih maksimal? Kami siap bantu asal itu tidak menyalahi aturan," terang Edhy.

Salah satu pengusaha di Pelabuhan itu, James, berjanji tidak akan mem-PHK karyawannya. Ia malah bercerita hasil tangkapan cenderung naik selama pandemi Covid-19. "PHK tidak karena tetap berproduksi. Cuma khawatirnya ada lockdown," ucapnya.

Kepala Pelabuhan Nizam Zachman, Rahmat Irawan mengungkapkan setiap harinya ada sekitar 27 kapal yang bongkar muat. Hasil tangkapannya biasanya cakalang, tongkol, tuna, cumi-cumi, dan jenis ikan demersal. "Nilai tangkapan hari itu diperkirakan mencapai Rp12 miliar," terangnya kemarin.

Sambung Ia menjelaskan, peningkatan itu diduga karena kapal-kapal mulai kembali ke pelabuhan untuk memenuhi kebutuhan ramadhan dan isi cold storage perusahaannya. Sebelum pandemi Covid-19, ekspor ikan cukup tinggi sehingga menyebabkan penurunan stok.

Itu artinya hasil tangkapan masih terserap dengan baik oleh pasar. "Ini membuat harga terjaga. Setidaknya ada margin keuntungan yang didapat," pungkas Rahmat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Menteri Edhy Prabowo:...
Menteri Edhy Prabowo: Saya Enggak Mau Mengiklankan Diri Saya
Edhy Prabowo Punya Modal...
Edhy Prabowo Punya Modal Dasar USD1.338 Miliar Per Tahun untuk Bangun Indonesia
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
8 jam yang lalu
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
8 jam yang lalu
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
8 jam yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
8 jam yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
8 jam yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved