Atasi Dampak Covid-19, Warga Desa Dapat Bansos Rp21 Triliun

loading...
Atasi Dampak Covid-19, Warga Desa Dapat Bansos Rp21 Triliun
Atasi Dampak Covid-19, Warga Desa Dapat Bansos Rp21 Triliun
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan bantuan sosial untuk keluarga miskin di desa yang terdampak wabah Covid-19 -- yang jumlahnya mencapai sekitar 5,8 juta kepala keluarga (KK). Bantuan untuk warga desa tersebut diperkirakan mencapai Rp21 triliun dan akan diambil dari dana desa tahun ini yang mencapai Rp72 triliun.

Kendati demikian, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan bansos untuk warga desa itu tidak akan mengurangi anggaran dana desa yang sudah ditetapkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020. "Untuk desa, sebetulnya pemerintah telah siapkan kebijakan yang akan dirilis dalam waktu tidak terlalu lama, yakni memberikan suatu tambahan dana bagi keluarga miskin atau tidak mampu yang tinggal di desa, yang tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat maupun pemda (pemerintah daerah),” ujar Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (kemenkeu) Astera Primanto Bhakti dalam video conference kemarin.

Dia menambahkan, rencananya bansos untuk warga desa itu masing-masing sebesar Rp600.000 per bulan per keluarga dengan durasi selama tiga bulan. Anggarannya dialokasikan dari penambahan menu baru pada dana desa, yaitu khusus untuk bansos.

Menurut Astera, di desa terdapat orang miskin atau tidak mampu yang jumlahnya relatif banyak. "Di desa juga di dalamnya terdapat orang miskin, kalau dihitung sementara ada 5,8 juta kepala keluarga. Cukup besar,” ucapnya.



Dana desa tersebut tadinya akan digunakan untuk cashforward dan pemberdayaan masyarakat. Akan ada satu menu baru, yakni bantuan langsung tunai (BLT) atau bantuan sosial yang diberikan kepada desa. "Mekanismenya sama seperti yang lain," imbuhnya. (Baca: Antisipasi Dampak Corona, Nilai Bantuan Sembako Ditambah)

Astera menyebut pemerintah akan melakukan pendataan bersama Kementerian Desa (Kemendes), kemudian diverifikasi bersama Kementerian Sosial (Kemensos). "Proses ini juga melibatkan pemda agar betul-betul memberikan gambaran lengkap. Setelah data diperoleh, baru diberikan dan tidak akan diberikan menunggu semua beres," tuturnya.

Dalam penyaluran dana bansos khusus corona ini akan ada prioritas, yakni daerah yang terdampak. "Dalam arti daerah-daerah terdampak ini akan didahulukan pendataan dan penyalurannya. Misal sekarang untuk Jawa, tentu jadi prioritas," katanya.



Dengan adanya kebijakan ini diharapkan masyarakat di desa akan mendapatkan bantuan yang setara dengan masyarakat di jalur lain. Menurut Astera, anggaran yang dibutuhkan dari dana desa akan sangat bervariasi, kisarannya bisa sampai sekitar secara total Rp24 triliun atau setara sekitar 25-30% dana desa. "Tapi ini bergantung asesmen ke penduduk desa yang eligible untuk bantuan ini. Karena ini suatu bantuan, kita juga akan tingkatkan dari sisi governance bahwa orang itu eligible," katanya. (Baca juga: Kemensos Salurkan Bansos hingga April 2019 Rp19,3 Triliun)
halaman ke-1 dari 3
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top