Permendag impor barang cederai dunia usaha

Jum'at, 02 Maret 2012 - 17:54 WIB
Permendag impor barang...
Permendag impor barang cederai dunia usaha
A A A


Sindonews.com - Terkait dengan Peraturan Menteri (Permen) Perdagangan RI Nomor 39 tahun 2010, tentang ketentuan impor barang jadi oleh produsen, para pengusaha menilai aturan tersebut cukup mencederai dunia usaha yang ada di Indonesia.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur, harus ada aturan yang lebih selektif dengan tujuan untuk menyeleksi dengan cermat, barang impor yang masuk ke Indonesia.

"Peraturan Menteri yang lalu masih terlalu general. Sekarang kita butuh lebih selektif, misalnya dalam importir terdaftar. Importir terdaftar yang barang jadi itu kan selalu banyak juga yang bermasalah," ujar Natsir seusai melaksanakan rapat bersama para pengusaha di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (2/3/2012).

Diakui Nasir dalam rapat tersebut, banyak sekali keluhan dan tuntutan yang harus dilaporkan ke pemerintah agar segera terjadi perubahan. "Dari lembaga teknis, kita lihat Kementerian Perindustrian. Harusnya lebih selektif lagi kan untuk memberikan izin terhadap
importir produsen. Karena harus ada dengan jelas ketentuan produsen yang melakukan impor barang jadi tersebut," jelasnya.

Kemudian yang menjadi pembahasan lainnya adalah mengenai batas waktu dimana harus ada ketegasan pemerintah supaya usaha dalam negeri tidak mati. "Importir produsen itu diberikan batas wktu agar bisa produksi komponen dalam negeri. Industri otomotif, industri peralatan rumah tangga, industri makanan itu bisa hidup di negeri sendiri," tambahnya.

Dia juga menggambarkan produksi mobil Esemka tidak akan maju nantinya, kalau tidak ada kebijakan dari pemerintah mengenai dunia usaha di Indonesia. "Kita lihat Esemka tidak akan maju. Karena begini saja, barang impor jadi dijual di pasar, tidak kena PPN, tapi kalau pengusaha kita, dari hulu sampai ke hilir dikenakan pajak," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved