Sulsel siapkan subsidi kenaikan BBM

Senin, 12 Maret 2012 - 17:42 WIB
Sulsel siapkan subsidi...
Sulsel siapkan subsidi kenaikan BBM
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mengalokasikan anggaran untuk mensubsidi dampak dari rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada April 2012.

Beberapa sektor yang akan mendapatkan subsidi dari dampak kenaikan BBM, yakni biaya transportasi dan melambungnya harga bahan pokok. Kedua hal inilah yang nantinya dirancang untuk disubsidi oleh pemprov.

"Saya lagi mikir bagaimana jalannya. Saya harus menjaga rakyat selama satu hingga dua bulan. Memang ada kenaikan, tapi rakyat tak akan kena dampak. Kalau perlu, pemprov akan keluarkan uang," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Senin (12/3/2012).

Syahrul mengatakan, harus segera ada penyesuaian anggaran untuk mengantisipasi dampak kenaikan BBM tersebut. Oleh karena itu, dalam satu minggu ini, dirinya mengaku pihaknya akan mengumpulkan seluruh instansi terkait untuk membahasnya.

"Berikan saya waktu satu minggu untuk memikirkan bagaimana caranya, sehingga jika BBM naik, tapi tidak bersoal. Segera akan kami rapatkan untuk bangun policy untuk itu," bebernya kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel.

Dengan adanya subsidi pemerintah daerah tersebut, lanjut Syahrul, para pekerja dan anak sekolah bisa melakukan aktifitasnya sehari-hari, tanpa harus memikirkan dengan naiknya tarif transportasi.

Meski demikian, mantan Bupati Gowa dua periode ini, enggan membeberkan berapa total subsidi yang akan dikeluarkan pemprov. Menurutnya, hal tersebut masih akan dibicarakan bersama pihak-pihak yang berkepentingan.

Saat disinggung mengenai rencana pemerintah pusat yang akan menurunkan Bantuan langsung Tunai (BLT) terhadap warga tidak mampu terkait BBM tersebut, Syahrul menganggap hal tersebut belum mampu menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Dia menghawatirkan, dalam pendataan pemberian BLT nantinya, akan bersoal pada jumlah warga miskin yang tiba-tiba membengkak. "Saya tak melihat hanya dengan BLT dan lain-lain bisa menyelesaian persoalan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan, hingga saat ini harga bahan pokok di pasar tradisional masih relatif stabil jelang kenaikan harga BBM.

Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap seluruh barang beredar, utamanya yang dianggap barang-barang yang strategis bagi masyarakat.

"Menjelang kenaikan BBM nanti, kita akan surati seluruh bupati dan wali kota serta instansi lain untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap dinamika pasar," kata Irman di Kantor Gubernur Sulsel. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
9 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
10 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
10 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
11 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
12 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
14 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved