SPBU tetap ambil untung Rp205/liter

Sabtu, 17 Maret 2012 - 13:45 WIB
SPBU tetap ambil untung...
SPBU tetap ambil untung Rp205/liter
A A A
Sindonews.com – Pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah DIY tetap akan mengambil margin atau keuntungan Rp205 per liter saat harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

Namun, untuk BBM jenis pertamax kemungkinan margin yang diperoleh bisa lebih dari Rp325 per liter. Wakil Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DIY Bidang BBM Dwi Tjahjono mengatakan, harga tebus BBM bersubsidi SPBU dari Pertamina dengan margin Rp205 per liter. Saat harga premium Rp4.500 per liter, maka biaya tebus dari Pertamina Rp4.295 per liter. “Marginnya (keuntungannya) Rp205 per liter,” katanya, kemarin.

Menurut dia, nanti setelah harga BBM resmi dinaikkan pada 1 April mendatang, pemilik SPBU kemungkinan besar juga tetap akan mengambil margin Rp205 per liter. Hanya saja, pihaknya sampai saat ini belum tahu berapa harga tebus dari Pertamina dengan harga BBM yang baru nantinya. Jika harga per liter premium nantinya naik Rp1.500 per liter atau menjadi Rp6.500 per liter, kemungkinan harga tebus dari Pertamina sekitar Rp6.295 per liter. “Kita belum tahu (biaya tebus pada harga BBM yang baru),ini saya masih koordinasi di Jakarta,” imbuhnya.

Untuk BBM bersubsidi, pada kenaikan harga nanti lebih mudah diperhitungkan dibanding BBM nonsubsidi. Seperti halnya harga tebus untuk BBM jenis Pertamax, harga tebus dari Pertamina Rp325 per liter. “Saat harga BBM dinaikkan, kita belum tahu berapa harga per liter Pertamax. Kalau terlalu tinggi kasihan juga konsumen, saat ini saja sudah menembus Rp10 ribu per liter,”katanya.

Dalam minggu-minggu ini sejumlah SPBU di wilayah DIY sudah mulai meningkatkan pasokan BBM. Dia menyebutkan fenomena tersebut merupakan hal yang wajar karena menjelang harga naik, umumnya permintaan melonjak.“Karena permintaan mulai melonjak, SPBU mulai menambah stok agar tidak terjadi kelangkaan,” ujarnya. Stok BBM di wilayah DIY tetap terkendali meski terjadi lonjakan permintaan.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan juga sudah berkordinasi dengan sejumlah instansi terkait.“Pembatasan (pembelian BBM) sudah dilakukan melalui dinas terkait di masing-masing kabupaten/ kota. Kalau terjadi rush,Polda sudah siap,”tuturnya.

Sementara itu, pantauan di sejumlah SPBU di Kabupaten Kulonprogo,belum ada peningkatan permintaan pembelian BBM. Pemilik SPBU memprediksi, lonjakan pembelian bakal terjadi dua sampai tiga hari menjelang kenaikan harga BBM yang rencananya pada 1 April mendatang.

SPBU sampai saat ini juga belum menambah pasokan BBM dari Pertamina. Staf Administrasi SPBU Ngramang, Kecamatan Pengasih Masyuli mengatakan, sampai saat ini volume konsumsi BBM masih normal. Belum ada lonjakan permintaan meski hampir pasti pemerintah menaikkan harga BBM.“Di sini (SPBU Ngramang) belum ada lonjakan pembelian, mungkin SPBU lain ada yang sudah (melonjak permintaan),” katanya.

Menurut dia, berhubung belum ada lonjakan pembelian, maka pasokan dari Pertamina juga belum ditambah. Sampai saat ini masih 16 ribu liter.“Prediksi kami, tiga hari menjelang kenaikan BBM ditetapkan, lonjakan pembelian baru terjadi di semua SPBU,”katanya.
()
Berita Terkini
Pemimpin ASEAN Bersatu...
Pemimpin ASEAN Bersatu Respons Tarif Impor Terbaru AS
25 menit yang lalu
Respons Tarif Trump...
Respons Tarif Trump Terbaru, Industri Galangan Kapal Butuh Kebijakan Impor Friendly
1 jam yang lalu
Pembayaran Retribusi...
Pembayaran Retribusi Jakarta Kini Bisa Lewat Aplikasi, QRIS dan Gerai Ritel
1 jam yang lalu
Indonesia Tak Akan Balas...
Indonesia Tak Akan Balas Tarif Impor Baru AS, Menko Airlangga Pilih Jalur Diplomasi
2 jam yang lalu
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Mendorong Ekonomi Global Jatuh ke Jurang Resesi
3 jam yang lalu
Sambut Arus Balik, BRI...
Sambut Arus Balik, BRI Siapkan Posko BUMN di Bandara dan Rest Area Jalan Tol
3 jam yang lalu
Infografis
Ditekan Israel, UNIFIL...
Ditekan Israel, UNIFIL Sumpah 10.000 Pasukan PBB Tetap di Lebanon
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved